alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojopedia
icon featured
Mojopedia

Dilema Sampah, Minimnya Fasilitas dan Kesadaran

26 Juli 2020, 20: 50: 48 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tak hanya sisa bungkus makanan berbahan plastik dan sterofoam, bekas banner-banner kampanye juga ikut mengotori lingkungan.

Tak hanya sisa bungkus makanan berbahan plastik dan sterofoam, bekas banner-banner kampanye juga ikut mengotori lingkungan. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

Berbagai macam jenis sampah yang kerap kita temui di ruang publik, baik sampah yang dibuang di sungai, di pinggir-pinggir jalan, hingga sampah visual. Di Mojokerto, sampah masih menjadi problematika tersendiri. Baik di wilayah kabupaten maupun kota. Kurang sadarnya masyarakat terhadap kepedulian lingkungan menjadi salah satu penyebab timbulnya sampah di mana-mana.

DI kawasan Jalan Benteng Pancasila (Benpas) Kota Mojokerto, sampah berserakan di pinggir-pinggir jalan, dan di dekat areal persawahan.Tak hanya sisa bungkus makanan berbahan plastik dan sterofoam, bekas banner-banner kampanye juga ikut mengotori lingkungan.

Di tembok-tembok jalan juga masih banyak tersisa poster yang merusak estetika kota. Vandalisme juga termasuk sampah visual di ruang publik. Corat-coret tanpa makna tersebut kerap kita jumpai di mana-mana.

Sedangkan di wilayah kabupaten, sampah popok dan plastik masih mendominasi, terutama di sungai dan lahan-lahan atau pekarangan kosong.Minimnya fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) membuat warga terpaksa membuang disembarang tempat.Tentu kondisi seperti ini sangat memprihatinkan.

Sejumlah anggota aktivis lingkunganseperti LSM Ecoton beberapa waktu lalu. Mereka terus mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.Namun, dilema di masyarakat, tempat sampahnya tidak ada.Sehingga para aktivis lingkungan ini mendesak pemerintah benar-benar serius menanggulangi maraknya sampah diberbagai tempat, khususnya diruang-ruang publik.

Dengan demikian dibutuhkan kesadaran semua pihak. Pemerintah daerah semestinya segera mengambil langkah penanggulangan dengan menyediakan TPS-TPS di berbagai titik, khususnya di kawasan pedesaan. Sementara masyarakat dituntut membangunan kesadaran pribadi agar tidak membuang sampah sembarangan. Demi menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia