alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Turnamen Sepak Bola Dibubarkan

26 Juli 2020, 19: 29: 01 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DIHENTIKAN SEMENTARA: Sejumlah pemain dan penonton keluar dari lapangan sepak bola setelah dihentikan kepolisian, di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Sabtu (25/7). (Shalihin/radarmojokerto.id)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Turnamen sepak bola tingkat junior di Lapangan Majapahit Junior Match (MJM) Field Soccer Mojokerto, Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, dibubarkan kepolisian, Sabtu (25/7). Turnamen di Lapangan PT Majapahit Junior ini dihentikan untuk sementara waktu karena panitia pelaksana (panpel) diduga tidak mengantongi izin menggelar turnamen sepak bola di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, pukul 14.00 puluhan pemain terdiri dari anak-anak beserta ofisial, dan sejumlah penonton tampak keluar meninggalkan lapangan. Itu setelah pihak kepolisian meminta panpel tidak melanjutkan pertandingan.

Menyusul, event turnamen yang diikuti klub sepak bola usia junior se-Jawa dan Bali yang rencananya akan berlangsung selama satu bulan ini belum mengatongi izin kegiatan dari kepolisian. ”Panitianya kita sarankan untuk menunda turnamen hingga waktu yang belum ditentukan,” ungkap Kapolsek Mojoanyar AKP Adam Muhari.

Sedianya, turnamen digelar dari Kamis (23/7) hingga tanggal 23 Agustus mendatang. Dan diikuti oleh puluhan tim sepak bola junior. Adam menegaskan, selama kondisi pandemi masih belum normal panitia tidak diperkankan untuk menggelar turnamen sepak bola. ”Kalau tidak pandemi, silakan,” imbuhnya. Tindakan penghentian turnamen ini dilakukan untuk mempercepat penanganan persebaran Covid-19.

Di mana, saat ini kepolisian bersama tim gugus tugas tengah gencar melakukan pemutusan persebaran virus korona, dan mengimbau masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan. Adam menegaskan, turnamen sepak bola yang melibatkan banyak orang ini tentu mendatangkan kerumunan massa. Sehingga berpotensi terjadi penularaan Covid-19. ”Karena di dalam lapangan terjadi kerumunan,” katanya.

Dia menegaskan, panpel juga tidak mengantongi surat izin untuk menggelar kegiatan turnamen. Bahkan, mereka juga tidak memiliki rekomendasi dari Askab PSSI Mojokerto maupun dari tim Gugus Tugas Covid-19. ”Ini turnamen, bukan persahabatan,” jelasnya.

Di mana, lanjut Adam, tim peserta tidak hanya diikuti klub sepak bola dari Mojokerto saja, namun juga dari berbagai daerah di Jatim dan Bali. ”Warga sekitar juga resah. Karena yang datang banyak dari luar Mojokerto,” tandasnya. (hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia