alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pemkot Siapkan Aplikasi Transaksi Digital

25 Juli 2020, 06: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ning Ita menjelaskan konsep digitalisasi di hadapan pedagang di Rumah Rakyat Kota Mojokerto.

Wali Kota Ning Ita menjelaskan konsep digitalisasi di hadapan pedagang di Rumah Rakyat Kota Mojokerto. (Humas Pemkot for Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Di tengah arus modernisasi, Pemerintah Kota Mojokerto terus memberikan akses kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi. Tak terkecuali dalam menggunakan aplikasi nontunai.

Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mulai menerapkan konsep digital kepada eks-pedagang kaki lima (PKL) alun-alun yang akan direlokasi ke Pasar Modern Benteng Pancasila. Hal ini, disampaikannya dalam audiensi bersama eks-PKL alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kamis malam (23/7).

Inovasi terbaru Pemkot Mojokerto tersebut tidak lepas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat berkegiatan di luar rumah.

Terutama area publik seperti pasar tradisional, pasar modern, maupun area publik lain. Pasar Benteng Pancasila yang sebelumnya terbakar pada 2017 silam saat ini tengah proses renovasi tahap akhir. Diperkirakan, pada bulan Agustus mendatang pasar berkonsep modern tersebut siap ditempati oleh para eks-PKL alun-alun.

’’Pasar yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2019 ini, insya Allah akan segera selesai. Sehingga bisa ditempat pada tahun ini. Tentunya, konsep Pasar Benteng Pancasila nanti akan berbeda dengan konsep sebelumnya. Di mana, saat ini kami tengah menyiapkan aplikasi penunjang sebagai transaksi jual beli tanpa menggunakan uang cash atau tunai. Pemanfaatan teknologi ini, semata-mata juga sebagai upaya kami Pemerintah Kota Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus. Terutama dalam masa transisi adaptasi tatanan kehidupan baru atau new normal,’’ jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Aplikasi tersebut, lanjut wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, tidak sekadar aplikasi transaksi jual beli biasa. Namun, di dalam aplikasi yang nantinya digunakan sebagai sarana transaksi oleh pedagang dan pembeli, terdapat berbagai fitur.

Seperti, jenis produk yang dijual, pembayaran nontunai, pembayaran retribusi, diskripsi toko dan produk serta masih banyak lainnya. Melalui aplikasi ini pun, para pedagang tidak perlu mengkhawatirkan produk dagangan yang dijual tertukar dengan produk jualan pedagang lainnya, meskipun jenis produknya sama.

’’Jadi melalui aplikasi ini, produk unggulan dari para UKM/UMKM dapat dipamerkan. Aplikasi ini pun dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian masyarakat sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah. Selain sebagai transaksi jual beli, aplikasi ini juga sebagai sarana pembayaran retribusi. Sehingga, pedagang tidak perlu membayar secara cash atau tunai lagi. Dan jangan pernah percaya sama oknum yang mengatasnamakan pegawai saat memungut retribusi,’’ tegasnya. (ry/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia