alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Pakai Masker, Nyapu Alun-Alun

24 Juli 2020, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Mereka yang membandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan ini terjaring razia satpol PP saat nongkrong di warung kopi (warkop) dan berkendara di wilayah Kota Mojokerto tanpa mengenakan masker. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan warga dihukum kerja sosial membersihkan Alun-Alun Kota Mojokerto akibat tidak mengenakan masker, Rabu 23/7). Mereka yang membandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan ini terjaring razia satpol PP saat nongkrong di warung kopi (warkop) dan berkendara di wilayah Kota Mojokerto tanpa mengenakan masker.

Sebagai sanksi sosial, saat bersih-bersih mereka juga diminta mengenakan rompi bertuliskan pelanggar protokol kesehatan yang sebelumnya sudah disiapkan petugas. Sebagian pelanggar juga diminta menyanyikan lagu kebangsaan. ’’Ini untuk membuat mereka jera. Sifatnya sanksi ini kan untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan. Bukan yang lain,’’ ungkap Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono, kemarin.

Penerapan sanksi ini sesuai Perwali Nomor 55/2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi Pandemi Covid-19. Meski sosialisasi sebelumnya sudah dilakukan, nyatanya kesadaran masyarakat untuk bermasker saat beraktivitas di luar rumah sebagian masih rendah.

Terbukti, dari dua lokasi razia, kemarin setidaknya ada sepuluh orang ditindak. Bukan hanya mereka yang asyik nongkrong di warkop. Para pengendara yang tidak memakai masker juga dihentikan petugas.

’’Karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah, adanya perwali ini semoga bisa menekan angka penyebaran,’’ tegasnya. Penegakan disiplin dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 ini, secara berkala akan dilakukan di wilayah Kota Onde-Onde. Menggandeng TNI dan Polri, petugas penegak perda ini akan membagi sepuluh tim dalam melakukan penyisiran tiap harinya. ’’Kapok, ya tak akan mengulangi lagi,’’ sahut salah seorang pelanggar, di tengah bersih-bersih kemarin.

Sebenarnya, dirinya tak ada kesengajaan untuk tidak memakai masker. Dirinya mengaku alasan dirinya tidak memakai masker lantaran lupa sebab tergesa-gesa akan membeli makan ke Benteng Pancasila. ’’Mungkin apes saja ini. Biasanya selalu bawa masker,’’ tambahnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP