alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mata Lensa
icon featured
Mata Lensa
Kerajinan Ebor dari Dawarblandong

Bekerja Lagi demi Menopang Ekonomi

19 Juli 2020, 21: 04: 03 WIB | editor : Mochamad Chariris

Perajin ebor mengerjakan pesanan di Dusun Sudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong.

Perajin ebor mengerjakan pesanan di Dusun Sudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

SAAT matahari pagi mulai hangat Sabtu (18/7), Markhamah bergegas menata bahan-bahan untuk kerajinan. Perempuan 68 tahun itu tinggal di Dusun Sudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Bahan yang kerajian terbuat dari irisan kulit bambu tersebut akan dijadikan ebor. Ebor merupakan tempat wadah gabah atau biasa digunakan para petani untuk beraktivitas di sawah. Semua berbahan anyaman bambu.

Tak jauh dari rumah Markhamah, Maslihan juga sibuk menyungging kayu yang akan dijadikan ukiran penghias interior rumah. Ya, kampung tersebut merupakan sentra kerajinan tangan sejak lama.

”Dulu warga di sini hampir seluruhnya adalah perajin. Tapi, lambat laun mereka banyak yang beralih profesi kerja di bidang industri di Surabaya,” tutur Markhamah.

Markhamah dan Maslikhan adalah bagian dari perajin yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, dalam beberapa minggu terakhir ini mereka mulai bekerja kembali. Di masa panen padi tahap kedua ini banyak pesanan ebor datang kepada Markhamah.

Sedangkan Maslikhan juga telah mendapat pesanan kembali untuk membuat ukiran penghias pintu dari berbagai daerah, "Alhamdulillah kini ada pesanan kembali setelah sekian lama tak bekerja" kata Maslihan.

Pelonggaran aturan dari pemerintah di era new normal memberi angin segar bagi pelaku UMKM. Mereka telah berproduksi kembali meski tak sebanyak sebelum masa pandemi.

Sehingga pekerjaan yang ia lakukan setelah sekian lama berhenti tersebut dapat sedikit menopang ekonomi keluarga. ”Minimal untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. 

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia