alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Silat Aktifkan Latihan, Utamakan bagi yang Pelajar

15 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para pesilat remaja Kabupaten Mojokerto menjalani latihan ringan di Padepokan IPSI di Desa/Kecamatan Gondang.

Para pesilat remaja Kabupaten Mojokerto menjalani latihan ringan di Padepokan IPSI di Desa/Kecamatan Gondang. (Pengkab IPSI Mojokerto for JPRM)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabor silat Kabupaten Mojokerto terus mengaktifkan latihan di tengah masa pandemi Covid-19. Meski pelaksanaan Porprov Jatim VII resmi ditunda, namun tak mengurangi langkah Pengkab IPSI Mojokerto dalam meningkatkan kualitas skill atletnya.

Ke-32 pesilat yang telah terpilih terus diminta menjalani latihan rutin setiap Minggu sekali di Padepokan IPSI Desa/Kecamatan Gondang. Khususnya, pesilat yang masih berstatus pelajar baik tingkat SD, SMP hingga SMA.

Antisipasi digulirkannya dua ajang olahraga khusus pelajar, Olimpiade Olahraga dan Sains Nasional (O2SN) maupun Pekan olahraga Pelajar (Popda) secara mendadak menjadi alasan kuat pengkab IPSI mengonsentrasikan latihan khusus pesilat pelajar.

’’Kami masih berharap O2SN dan popda bisa digelar tahun ini,’’ terang Samsul Muarifin, Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto. Ya, kelanjutan pelaksanaan kedua ajang tersebut sampai saat ini memang masih tertahan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dispora Jatim sebagai pelaksana belum bisa memastikan kapan kedua ajang tersbeut bisa digulirkan kembali. Padahal, sesuai kalender pembinaan, baik popda maupun O2SN sudah harus dimulai sejak Juni lalu. Hasil dari pelaksanaan tahun ini, nantinya akan dipakai untuk persiapan kejuaraan yang sama tingkat nasional yang akan digelar tahun depan.

Namun, dengan tidak ada kejelasan jadwal, persiapan popda dan O2SN tingkat nasional otomatis ikut tak jelas arahnya. ’’Harusnya sudah terlaksana. Persiapan kami sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun kemarin lewat pelaksanaan kejurkab silat khusus pelajar,’’ tambahnya.

Meski demikian, Pengkab IPSI tetap setia menunggu instruksi resmi soal pelaksanaan kejuaraan pelajar itu dari Dispora dan Dispendik Jatim. Dan selama masa penantian itu, mereka tetap melangsungkan latihan rutin bagi pesilat pelajar yang sudah dipilih.

Mereka terdiri dari pesilat kategori remaja dan dewasa. Atau mulai kelas G sebagai yang terendah sampai kelas A atau yang tertinggi dengan rentang usia antara 12 sampai 18 tahun. ’’Kami masih menunggu situasi dan informasi program kejuaraan yang akan kita hadapi. Belum ada keterangan akan kejelasannya,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia