alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Hanya Terima Pencairan Tahap Ketiga, Penerima Bansos Protes

14 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Buchori Muslim menunjukkan surat undangan BST tahap ketiga.

Buchori Muslim menunjukkan surat undangan BST tahap ketiga. (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menuai protes. Lantaran, warga menerima bantuan sosial tunai (BST) langsung tahap ketiga.

Adalah Buchori Muslim, 51, warga Dusun Tlogogede RT 01, RW 02 Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengeluhkan dirinya mendapatkan BST langsung pada tahap ketiga. Awalnya, dia mengaku sejak Mei lalu belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan terdampak Covid-19. Baik berupa PKH, BPNT, BST dana desa, BST pemkab, maupun BST Kemensos.

Meskipun, usahanya mencetak batu bata terpukul berat saat pandemi korona. Akhir pekan lalu, dia terkejut mendapat undangan dari pemdes untuk mengambil bantuan di kantor kecamatan. Oleh pemdes, dirinya mendapat undangan pengambilan bantuan melalui kantor Pos. ’’Saat mengambil bantuan, oleh petugas saya diberi tahu dapat BST tahap ketiga saja,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dari situ, dirinya merasa ada yang janggal. Lantaran, berdasar surat pemberitahuan berkepala surat Pos Indonesia dan Kemensos RI, namanya diplot mendapatkan bantuan tahap 1 dan bantuan tahap 2. Dengan rincian, tahap 1 sebesar Rp 600 ribu, dan tahap 2 Rp 600 ribu.

Itu diperkuat isi surat pemberitahuan yang menyebutkan, berdasarkan keputusan pemerintah RI melalui Kemensos RI, dirinya dinyatakan berhak memperoleh bantuan sosial tunai (bansos tunai tahun 2020) senilai Rp 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan.

Dalam surat bernomor Danom 61300/3516120009/6 itu, disebutkan pula tabel alokasi pembayaran bansos tunai untuk Buchori Muslim. Yang berisi tiga tahap. Masing-masing tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Setiap kolom tahapan terdapat keterangan NIK (nomor induk kependudukan), nomor BST, besaran Rp 600 ribu, dan juga kode barcode.

’’Ini NIK-nya sama. Tapi, selama bansos tahap 1 dan tahap 2, saya tidak pernah menerima bantuannya. Baru ini tadi (kemarin, Red) saya terima bantuan tahap ketiga untuk pertama kali sebesar Rp 600 ribu,’’ beber dia.

Hal itu sempat ditanyakan Buchori Muslim kepada petugas teller saat distribusi bantuan di kantor Kecamatan Trowulan, kemarin. Oleh petugas tersebut, dia mendapatkan jawaban bahwasannya dirinya hanya mendapat bantuan tahap ketiga saja. ’’Diberitahu kalau saya hanya dapat bantuan tahap 3 saja,’’ tandas pria yang sehari-hari menjadi perajin batu bata ini.

Karena merasa tidak pernah menerima bantuan tahap 1 dan tahap 2, dirinya sempat menanyakan hal itu kepada koleganya. Pria yang juga wakil ketua RT 01 ini menyebutkan, hanya dirinya saja dalam satu RT yang mendapat tambahan bansos tunai tersebut. ’’Saya sempat konfirmasi ke penanggung jawab program ke pak Yohan. Tapi, belum ada jawaban,’’ tambah dia.

’’Tidak hanya bapak ini saya yang mengadu kepada kami. Hari ini (kemarin, Red) ada 10 pengaduan tentang hal yang sama,’’ ujar Lutfi Ariyono, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto. Lutfi menduga, warga penerima bansos tunai tahap 3 seperti itu, ditaksir berasal dari penerima BST susulan. Karena, kemarin ada jadwal distribusi BST dari kloter susulan. ’’Surat pemberitahuan itu dari kantor Pos. Kami perkirakan beliau dari penerima BST susulan,’’ kata dia. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia