alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ambil Motor yang Terjaring, Pelanggar Terpaksa Sewa Tukang Servis

14 Juli 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para pelanggar memasang onderdil standar pada motor yang sebelumnya terjaring razia dan dikandangkan di Mapolresta Mojokerto.

Para pelanggar memasang onderdil standar pada motor yang sebelumnya terjaring razia dan dikandangkan di Mapolresta Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Halaman Mapolresta Mojokerto bak bengkel motor dadakan, Senin (13/7).

Itu setelah banyak pelanggar lalu lintas harus mengganti onderdil asli atau standar setelah terjaring razia satlantas karena kedapatan menggunakan tak sesuai spesifikasi standar teknis. Seperti knalpot brong dan ban kecil.

’’Sepeda motor yang diperbaiki itu memang untuk dikembalikan sesuai spekteknya lagi,’’ ungkap KBO Satlantas Polresta Mojokerto Ipda Karen.

Baca juga: Puskesmas Puri Ditutup, Jadi Ruang Karantina

Penggantian sesuai keluaran pabrik itu menjadi hal wajib dilakukan pemilik kendaraan yang sebelumnya terjaring razia petugas secara kasat mata di wilayah hukumnya. ’’Ini sebagai syarat penukaran barang bukti sebelum ranmor dibawa pulang pemiliknya,’’ tambahnya.

Pantauan di lokasi, puluhan pemilik motor bergantian datang ke Mapolresta Mojokerto. Dengan mengajak tukang servis motor, mereka memperbaiki sepeda motor yang ditilang dan disita petugas.

Mulai dari mengganti ban dan velg ukuran kecil menjadi standar, melepas knalpot brong, dan mengantinya dengan knalpot biasa, hingga memasang semua kelengkapan sepeda motor yang lain.

Meski motor sudah dikembalikan standar, bukan berarti para pelanggar lalu lintas sudah bebas. Mereka tetap dikenakan sanksi tilang sesuai pelanggaran masing-masing.

Barang bukti sepeda motor bisa diambil, tetapi pemilik harus menggantinya dengan STNK. Tak hanya itu, pasca dilakukan perbaikan, petugas juga menyita kelengkapan sepeda motor yang dinilai melanggar atau tak sesuai speksifikasi standar teknis.

Seperti ban ukuran kecil dan klanpot brong. Penyitaan dilakukan agar peralatan motor tersebut tidak dipakai lagi oleh pemiliknya. ’’Ini membuat efek jera pada pelanggar. Jadi, saat memodif motor dengan spesifikasi tak standar akan pikir ulang lagi,’’ tegasnya.

Faizi, salah satu pelanggar mengaku kapok melakukan modifikasi motor. Selain kena denda tilang, dirinya harus merelakan klanpot brong seharga Rp 400 ribu yang sebelumnya dia beli. ’’Sudah jatuh tertimpa tangga, ya ini,’’ ungkapnya seraya terkekeh.

Bahkan, sebelum akhirnya membawa pulang sepeda motornya tersebut, dirinya juga diwajibkan mengembalikan dalam bentuk strandar lagi. Tak urung, karena dirinya warga Nganjuk, dia harus memanggil tukang untuk melakukan perbaikan tersebut.

’’Kalau tidak dipasang standarnya tidak boleh dibawa pulang. Jadi, setelah, terpasang semua saya harus lapor dulu ke petugasnya untuk bisa dibawa pulang,’’ ujarnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya