alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik

Pembelotan Terus Berjalan, Kader PDIP Tak Ciut Nyali Dukung Ikbar

11 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tokoh-tokoh di PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto bergabung dan memberikan dukungan terhadap Bapaslon Ikbar. Mereka siap menyumbang kemenangan di sejumlah kecamatan.

Tokoh-tokoh di PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto bergabung dan memberikan dukungan terhadap Bapaslon Ikbar. Mereka siap menyumbang kemenangan di sejumlah kecamatan. (Imron Arlado/radar mojokerto)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto Langkah DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pengurus dan kadernya yang membelot ke Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar), tak menyurutkan nyali kader yang lain.

Terbukti, Kamis (9/7) petang, sejumlah kader kembali berduyun-duyun mengalihkan dukungannya ke Bapaslon Ikbar tersebut. Di antaranya, mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Hariyanto, Heri Susanto, mantan Kasatgas PDIP Subadi, Plt Ketua PAC Gondang Ngatimun Al Munawar, dan bendahara aktif PAC Jetis, Karsono.

Mereka bertemu langsung dengan Bapaslon dan pengasuh PP Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim. ’’Saya masih aktif sebagai pengurus. Dan, tidak takut dipecat,’’ ujar Karsono.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Karsono menceritakan, langkahnya bergabung dengan Ikbar bukan tanpa pertimbangan dan alasan yang kuat. Namun, aksi yang dilakukan sejumlah dedengkot PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto itu sudah diperhitungkan dengan sangat matang.

Di antaranya, karena faktor sakit hati. Karsono menerangkan, momen pilpres dianggap menjadi titik awal kekecewaan pengurus moncong putih di level bawah. ’’Saat itu, di Jetis saja, saya harus membayar saksi-saksi di TPS sampai Rp 23.800.000,’’ beber pria yang bergabung PDI Perjuangan sejak tahun 1998 ini.

Kekurangan yang harus ditanggung secara pribadi itu karena ulah dari pengurus DPC. Selain terjadi pemotongan jatah, sejumlah anggaran yang semula dialokasikan untuk biaya makan, mendadak dihapus. Padahal, ia sudah sosialisasi atas honor para saksi.

Sementara, imbuh Karsono, Bapaslon Ikbar memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan sangat sensitif menyikapi pandemi Covid-19. Semisal, saat merebaknya Covid-19 di kawasan Jetis. ’’Saat kampung saya kena Covid-19, ternyata Ikbar memberikan bantuan dan tidak sedikit,’’ jelas pria asal Desa Bendung, Kecamatan Jetis ini.

Bergabungnya dengan Bapaslon Ikbar, dianggap Karsono juga karena peluang kemenangan di pilkada nanti. Menurut dia, Ikbar dengan langkah-langkah taktisnya selama ini, dianggap paling berpotensi menjadi pemenang di pilkada.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Bapaslon Ikbar, Agus Basuki, mengatakan, langkah tokoh-tokoh PDI Perjuangan dan bergabung dengan Ikbar, tanpa paksaan.  Mereka tak lagi khawatir dipanggil dan diperiksa oleh pengurus DPC. ’’Mereka sudah saya tanya. Apakah tidak khawatir diperiksa bahkan sampai dipecat? Katanya, tidak takut sama sekali,’’ jelas dia.

Bergabungnya kader dan pengurus PDI Perjuangan ini, dipastikan Agus, tak akan berhenti. Karena, sejumlah tokoh yang lain telah berkomunikasi dan menyatakan akan bergabung.

Sebelumnya, sejumlah pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto mendeklarasikan dukungannya ke Bapaslon Ikbar. Dan, langkah itu langsung disikapi pengurus DPC. Mereka yang membelot, langsung dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. (ron/abi)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia