alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Journey
icon featured
Journey

Air Terjun Coban Cebol, Masih Alami, Favorit Wisatawan Milenial

10 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wisatawan dalam satu keluarga menikmati pesona Air Terjun Coban Cebol.

Wisatawan dalam satu keluarga menikmati pesona Air Terjun Coban Cebol. (Dwi Aris/Radar Mojokerto)

BAGI sebagian besar warga luar kota, nama Coban Cebol mungkin masih terdengar asing. Pasalnya, Coban Cebol lebih beken dengan nama Air Terjun Wetmuda. Bahkan, kini nama Air Terjun Wetmuda lah yang terdaftar di aplikasi peta populer.

Menurut warga setempat, nama Coban Cebol sendiri karena dahulunyadi sekitar jatuhnya aliran air tersebut banyak ditumbuhi semacam tanaman menjalar hingga ke bawah tebing. Sehingga warga sekitar jika ingin mengambil air harus menunduk. Diibaratkan menjadi cebol atau ukuran tubuhnya mengecil.

Namun, seiring makin banyaknya pengunjung, utamaya kalangan milenial ke tempat ini, ada juga yang menyebut Coban Cebol sebagai Air Terjun Wetmuda. ”Mereka menamakan Coban Cebol dengan Air Terjun Wetmuda.

Karena menurut mereka, jika sanggup mencapai air terjun tersebut diperlukan perjuangan keras serta tenaga ekstra. Sehingga diibaratkan bagai awet muda atau disingkat Wetmuda,” tutur Arif, warga sekitar.

Daya tarik utamanya adalah suguhan view indah air terjun setinggi sekitar 25 meter, dengan suasana alami hutan pinus, serta tebing yang menjulang.Suasana yang masih alamitersebut adalah salah satu faktoryang memikat bagi para pengunjung, utamanya para pemburu spot foto alam.

Namun, pengunjung tetap dianjurkan untuk waspada, terutama saat berkunjung di musim penghujan. Karena debit air sungai bisa seketika mendadadak naik dan membahayakan. Kawasan Coban Cebol atau Air Terjun Wetmuda tersebut terletak di Dusun Tangkep, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dan berbatasan langsung dengan Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet.

Letaknya sebenarnya berada tidak jauh dari jalan raya cor penghubung Kecamatan Trawas dengan Kecamatan Pacet. Namun, selepas melewati jalan raya cor tersebut, hanya tersedia jalan setapak di sepanjang aliran sungai Kali Kembang yang dapat dilalui dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Medan yang harus dilalui untuk menuju lokasi Coban Cebol memang cukup menantang. Karena harus menyeberangi Sungai Kembang, dan masih harus menerobos semak belukar yang tumbuh liar. Sehingga belum banyak pengunjung yang mengetahuinya karena belum di-exsplore secara luas.

Kepala Desa Jatijejer Akhmad Mujiono menjelaskan pengembangan akses jalan menuju air terjun sangat diperlukan. Karena selama ini jalan tersebut hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki atau bersepeda dan hanya berupa jalan setapak sangatlah diperlukan. A

khirnya, para pengunjung kerap kali hanya berfoto dari kejauhan sembari meneruskan perjalanan menuju Gua Putih atau Gua Gembyang yang memang terletak satu jalur dengan aliran Sungai Kembang.

”Di sepanjang sungai Kali Kembang banyak terdapat tujuan wisata yang layak untuk dikunjungi. Seperti Gua Putih serta Gua Gembyang. Bahkan, di sungai Kali Kembang pun sering dijadikan spot foto karena banyaknya bebatuan besar di sepanjang aliran sungainya sebagai latar belakang,” terang Mujiono.

Adanya akses jalan yang memadai diyakini Mujiono dapat makin menarik para pengunjung. Demikian pula dampak bagi meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar.

Pasalnya, warga sekitar juga membuka usaha berupa warung sederhana untuk berjualan makanan dan minuman ringan di area sekitar jembatan yang melintasi Sungai Kembang. Sekaligus menjadi semacam rest area  bagi para pengunjung guna melepas lelah. (dwi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia