alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Pasien Sembuh dari Covid-19 Dipulangkan

Disambut Kembang Api, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur

09 Juli 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kepulangan Joko Santoso, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, disambut hangat dan meriah warga di Desa Bendung, Kecamatan Jetis.

Kepulangan Joko Santoso, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, disambut hangat dan meriah warga di Desa Bendung, Kecamatan Jetis. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Mojokerto tercatat sudah mencapai 103 orang. Salah satunya adalah Joko Santoso, 50. Selasa (7/7) malam, kepulangannya disambut hangat dan meriah oleh warga Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.  

JOKO disambut bak pahlawan. Warga tidak hanya memberikan dukungan moril dengan sapaan hangat, namun mereka juga menyalakan kembang api. Tampak dalam penyambutan itu adalah anggota Polsek dan Koramil Jetis.

Sebelumnya, Joko menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, lantaran dinyatakan positif terpapar Covid-19 selama 2 setengah bulan.

Sejak Joko turun dari mobil pengantar kepulangan, tepatnya saat memasuk gapura dusun, warga langsung mengucapakan selamat datang. Letusan kembang api bertaburan mewarnai suasana kegembiraan. Mendapat sambutan ini, Joko pun tak mampu membendung air matanya karena merasa terharu.

Ia juga melakukan sujud syukur begitu tiba di halaman rumahnya. ”Saya tidak menyangka ada penyambutan seperti ini. Ini kejutan bagi saya, dan saya sangat terharu sekali,” kata Joko. Ia menuturkan, selama menjalani isolasi dua bulan setengah itu tentunya membuatnya jenuh.

Namun, keluarga dan kerabatnya selalu memberikan dukungan untuk semangat melawan virus tersebut. Sehingga dukungan moral itu membuatnya bisa kembali ke kampung halaman dengan kondisi sehat seperti semula.

”Karena banyak dukungan warga, sering telepon memberi semangat, saya bisa kembali sehat. Ditambah lagi, istirahat cukup, makan makanan sehat dan vitamin yang diberikan dokter,” jelasnya.

Meski demikian, saat berada di rumah dirinya akan tetap menjalankan karantina mandiri selama 14 hari ke depan sesuai dengan arahan tim medis. Joko berharap atas peristiwa yang dialaminya, warga yang masih sehat tidak terpapar Covid-19 untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

”Bagi masyarakat, korona jangan dianggap remeh. Patuhi protokol kesehatan, budayakan memakai masker,” tandasnya. Sementara itu, Kapolsek Jetis Kompol Suharyono menambahkan, penyambutan seperti itu merupakan dukungan moral dan bentuk rasa solidaritas tinggi dari masyarakat setempat.

Bahkan, hal itu sudah menjadi rutinitas warga untuk menghibur mereka yang baru saja sembuh dari Covid-19. ”Penyambutan ini dilakukan warga untuk meringankan beban pasien, supaya tidak merasa dikucilkan.  Karena dukungan moral akan membangkitkan imun pasien. Kalau dikucilkan, beban pasien justru semakin berat,” tandasnya.  (shalihin)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP