alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Journey
icon featured
Journey

Belum Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Wisata Candi Masih Tutup

08 Juli 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Objek wisata candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, belum dibuka.

Objek wisata candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, belum dibuka. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menjelang tatanan baru atau new normal, sejumlah objek wisata mulai dilakukan uji coba buka. Namun, hanya berlaku terhadap jujukan rekreasi yang siap menerapkan protokol kesehatan.

Sedangkan, yang belum siap, masih ditutup. Seperti objek wisata candi di Kecamatan Trowulan. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Sosilo mengatakan, hingga hari ini sejumlah objek wisata candi masih ditutup.

Seperti Candi Tikus, Candi Bajangratu dan Candi Brahu. ’’Belum dibukanya  wisata candi yang berada di Kecamatan Trowulan itu tak lain karena protokol kesehatannya masih belum lengakap,’’ katanya. Candi peninggalan Kerajaan Majapahit itu selama ini menjadi jujukan wisatawan. Berbeda dengan Candi Gentong. ’’Museum juga masih tutup,’’ imbuhnya.

Protokol kesehatan yang belum siap diterapkan itu di antaranya bilik penyemprotan disinfektan, tempat cuci tangan pakai sabun, dan protokol lainnya yang wajib diterapkan. Bahkan, pihaknya juga masih belum mengetahui pasti kapan akan dilakukan pembukaan objek wisata bersejarah itu.

Sebab, hingga hari ini pengelolanya dalam kondisi kurang sehat. ’’Belum ada rencana untuk dibuka. Tapi mudah-mudahan bisa secepatnya dibuka,’’ ujarnya. Pihaknya pun tidak memaksa pihak pengelola untuk segera membuka. Sebab, pembukaan wisata ini masih dalam tahap uji coba.

Itu pun jumlah pengunjungnya masih dibatasi 50 persen dari kapasitas yang ada. Artinya, bagi yang sudah siap penerapan protokol kesehatan dipersilakan untuk dibuka. ’’Bagi yang belum siap tidak apa-apa ditutup dulu sambil mempersiapkan protokol kesehatannya,’’ jelasnya.

Meski demikian, objek wisata yang sudah buka bukan berarti seterusnya. Jika semakin hari protokol kesehatannya tidak lengkap atau tidak diterapkan, maka pihaknya akan menutup kembali.

’’Jadi, ini kan masih tahap uji coba. Satu minggu sekali kami melakukan pemantauan. Dan kami juga selalu mengevaluasi dan mengedukasi apa yang masih belum ada untuk disempurnakan,’’ tandas Amat. (hin/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP