alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Kelurahan Gedongan Mempertahankan Zona Hijau

Rutin Sosialisasi Cegah Covid-19 dengan Naik Kereta Jenazah

06 Juli 2020, 17: 24: 56 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas woro-woro protokol kesehatan menggunakan motor prngantar jenazah dengan berkeliling di Kelurahan Gedongan.

Petugas woro-woro protokol kesehatan menggunakan motor prngantar jenazah dengan berkeliling di Kelurahan Gedongan. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

Selama masa pandemi Covid-19, Kelurahan Godongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mampu mempertahankan sebagai wilayah yang berstatus zona hijau. Kelurahan yang kini didapuk sebagai Kampung Tangguh ini memiliki strategi khusus agar mayarakat mematuhi protokol kesehatan.

’’Patuhilah protokol kesehatan, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selalu cuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan jaga jarak. Apabila tidak mentaati peraturan ini, jangan sampai panjenengan (Anda) menaiki kereta jenazah ini.’’

Kalimat imbauan tersebut dilontarkan seorang petugas sambil berkeliling ke setiap gang-gang di Kelurahan Gedongan, Kota Mojokerto. Pesan tentang protokol kesehatan itu dengan lantang disampaikan melalui corong mini atau pengeras suara yang tertempel pada kendaraan motor roda tiga.

Uniknya, cara penyampaian imbauan pencegahan penyebaran Covid-19 itu dilakukan dengan menggunakan Motor Panjenengan alias Motor Pengantar Jenazah Kelurahan Gedongan. Salah satu cara bersosialisasi dengan armada ini terbilang efektif. Terbukti sampai dengan Minggu (5/7), Kelurahan Gedongan menjadi satu-satunya wilayah yang masih berstatus zona hijau dari 18 kelurahan se-Kota Mojokerto.

Selama masa pandemi, kelurahan yang berada di Kecamatan Magersari ini mencatatkan nihil kasus Covid-19. Bahkan, angka pasien dalam perawatan (PDP) juga zero alias nol kasus. Sejauh ini, hanya tercatat delapan warga yang menyandang status orang dalam pemantauan (ODP). ’’Itu pun semua sudah selesai masa pemantauan,’’ terang Lurah Geongan Andika Dewantara.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membentengi warga Kelurahan Gedongan agar tidak terpapar Covid-19. Di antaranya, dengan gencar menyosialisasikan protokol kesehatan ke masyarakat melalui beragam cara.

Antara lain, menyampaikan pesan melalui WahtsApp (WA) ke grup RT, RW maupun menyebarluaskan informasi melalui selebaran atau pamflet. ’’Setiap ada imbauan dari gugus tugas Covid-19 Kota Mojokerto, langsung kami sampaikan secara berjenjang dari tingkat RT/RW hingga ke warga,’’ paparnya.

Di sisi lain, sosialisasi juga disampaikan secara langsung ke masyarakat melalui kegiatan woro-woro. Menurut Andika, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk memberi edukasi kepada warga tentang pencegahan penyebaran virus korona.

Hanya saja, pihaknya memanfaatkan armada pengangkut jenazah yang dimiliki oleh kelurahan. Kendaraan berupa motor roda tiga ini telah dimodifikasi layaknya ambulans jenazah. Armada tersebut juga dilengkapi dengan sirine dan pengeras suara. Termasuk di dalamnya juga terdapat keranda jenazah.

Andika menyebutkan, sebenarnya kendaraan yang dikenal sebagai Motor Penjenangan ini baru dioperasikan sejak awal 2020 sebagai sarana pengantar jenazah warga Gedongan. Namun, di masa pendemi Covid-19 ini, kendaraan roda tiga ini dimanfaatkan sebagai sarana bersosialisasi. ’’Kebetulan di Gedongan kan banyak gang-gang kecil. Sehingga, mudah dijangkau kalau pakai motor roda tiga,’’ tandasnya.

Di samping itu, woro-woro dengan menggunakan Motor Penjenengan juga bertujuan agar informasi bisa langsung mengena pada masyarakat. Saat berkeliling, petugas operator juga meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan sekaligus menyampaikan peringatan akan bahaya dari Covid-19.

Jika tidak patuh, juga disampaikan bahwa Motor Panjenengan siap melayani jasa bagi siapa pun yang membutuhkan. ’’Selain sosialisasi, supaya memberikan efek takut dan waspada jika tidak mengindahkan protokol kesehatan,’’ tukas Andika.

Namun, kata dia, cara yang dilakukan tersebut hanya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi menggunakan motor pengantar jenazah dioperasikan secara rutin satu kali setiap pekan. Dan sejauh ini, penyampaian woro-woro cukup efektif.

Pasalnya, berdasarkan data yang dirilis Pemkot Mojokerto, dari 18 kelurahan se-Kota Onde-Onde, Kelurahan Gedongan menjadi satu-satunya wilayah yang masih menyandang status zona hijau alias nihil kasus Covid-19 maupun PDP.

Sedangkan 3 kelurahan lain dinyatakan zona oranye dan 14 ditetapkan sebagai zona merah. ’’Mudah-mudahan warga bisa tetap sadar dan disiplin. Sehingga bisa tetap berada pada zona hijau,’’ ungkap Andika. (abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP