alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

540 Ribu Pelamar Kartu Prakerja Dialihkan ke Bansos dan Vokasi BLK

05 Juli 2020, 22: 11: 44 WIB | editor : Mochamad Chariris

Menaker Ida Fauziyah menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di kantor PC NU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/7).

Menaker Ida Fauziyah menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di kantor PC NU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/7). (Sofan Kurniawan/radar mojokerto)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) turut mengevaluasi kebijakan pelatihan pada program kartu prakerja usai dihentikan, Selasa (30/6) lalu.

Dengan terus berkoordinasi bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian untuk bisa membuka kembali transaksi penjualan paket pelatihan dengan menyesuaikan aturan perundang-undangan.

Termasuk mengalihkan para penerima kartu prakerja untuk bisa mendapatkan program bantuan lainnya. Pengalihan ini ditujukan agar upaya peningkatan kualitas dan kompetensi SDM (sumber daya manusia) bisa terus bergulir. Khususnya, bagi 1,7 juta warga yang di-PHK akibat dampak pandemi Covid-19 agar bisa terakomodasi lewat bantuan yang sudah dialokasikan pemerintah.

’’Masih dalam proses evaluasi di Kemenko Perekonomian. Ketika ini (pengadaan paket pelatihan, Red) di-stop, peserta akan kami sertakan ke program bansos dan pelatihan-pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada. Nanti setelah itu, akan diteruskan kembali bagi yang belum menerima manfaat dari pemerintah akan kami prioritaskan di program kartu prakerja,’’ terang Menaker Ida Fauziyah, di sela kunjungan kerja di kantor PC NU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/7).

Ida Fauziyah memastikan, dari 680 ribu peserta program kartu prakerja yang terdaftar, sudah ada 140 ribu peserta yang telah mendapat dan merasakan program pelatihan digital. Sementara sisanya sebanyak 540 ribu peserta masih dalam proses evaluasi untuk disertakan di program bantuan lainnya.

Nantinya, lanjut Ida Fauziyah, mereka akan diikutsertakan dalam penerima program bansos dan pelatihan vokasi di BLK sembari menunggu hasil evaluasi dan dibukanya kembali pelatihan bagi peserta program kartu prakerja.

’’Bagi yang belum sempat mendapat bansos dan pelatihan di BLK, menjadi prioritas program kartu prakerja berikutnya,’’ tambah mantan ketua Umum PP Fatayat NU ini. Dalam kunjungannya ini, Ida Fauziyah turut menyerahkan sejumlah bantuan beberapa program dari Kemenaker.

Antara lain, bantuan paket BLK komunitas kepada PC NU Kabupaten Mojokerto. Secara simbolis bantuan tersebut diterima jajaran pengurus cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU). Lalu, bantuan paket padat karya insfrastruktur sanitasi dan pelatihan penanganan Covid-19 bagi 26 pesantren.

Kemudian, bantuan paket tugas pembantuan kepada dinas tenaga kerja (Disnaker). Serta bantuan paket kegiatan tenaga kerja mandiri dan bantuan inkubasi bisnis kepada 250 wirausahawan.

Dari beberapa bantuan itu, Ida Fauziyah berharap ada sumbangsih besar, khususnya dari pesantren dalam menyerap tenaga kerja yang di-PHK agar bisa membantu pembangunan insfrastruktur.

’’Jika SDM unggul dengan skill, akan ikut berperan dalam memajukan Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan juga akan berusaha meningkatkannya,’’ tandas politisi PKB ini.

Sebelumnya, manajemen pelaksana kartu prakerja memutuskan untuk menghentikan transaksi dan penjualan paket pelatihan yang ditawarkan mitra platform digital. Berdasar hasil evaluasi, pelatihan yang dijual bundling itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 3 Tahun 2020.

Penghentian seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan tersebut bertujuan agar pelaksanaan kartu prakerja sesuai dengan aturan perundang-undangan. Manajemen meminta seluruh mitra platform digital melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Termasuk mencabut dan menghentikan penjualan paket pelatihan.  

(mj/far/ris/JPR)

 TOP