alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Pecatur Menjaga Feeling dengan Berlatih Mandiri

04 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua pecatur, Kevin Dewangga dan Rani Cahyanti, saat sparing di markas Percasi, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Selasa (30/6).

Dua pecatur, Kevin Dewangga dan Rani Cahyanti, saat sparing di markas Percasi, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Selasa (30/6). (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak ada kata menyerah selagi masih bisa berusaha. Segala cara akan ditempuh demi bisa menggapai prestasi tinggi.

Pepatah ini setidaknya cukup menggambarkan upaya atlet catur Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas skill di masa transisi antara pandemi dengan era new normal dalam menghadapi Covid-19.

Sejak Selasa (30/6) tiga pecatur senior kembali menjalani latihan bersama di markas Percasi di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan. Kali ini, latihan digelar atas inisiatif para atlet sendiri dalam menjaga feeling permainan.

Meski tanpa didampingi pelatih, namun latihan terlihat cukup serius untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejurprov dan Porprov mulai tahun depan. ’’Mereka inisiatif sendiri latihan bersama karena mungkin selama pandemi, metode sparing-nya cukup terbatas,’’ terang Ketua Umum Pengkot Percasi Mojokerto, Mochamad Ali Imron.

Meski baru atlet senior, tidak menutup kemungkinan latihan akan diikuti atlet junior. Di mana, banyak sekali permintaan sparing yang ditujukan antaratlet. Meski tanpa didampingi pelatih, setidaknya latihan dan sparing tersebut cukup untuk mempertahankan performa pecatur.

Khususnya,feeling permainan yang harus diasah setiap pekan lewat sparing. Nah, menanggapi permintaan itu, Percasi masih harus menunggu rapat bersama semua pengurus. Jika disepakati latihan dilanjutkan lagi, maka Percasi wajib menyediakan segala komponen latihan.

Khususnya, protokol kesehatan yang harus disediakan di masa transisi era new normal. Mulai dari menyediakan hand sanitizer, masker, hingga aturan jarak antaratlet dan pelatih yang harus lebih dari satu meter.

’’Selama latihan di tempat latihan, harus memperhatikan protokol kesehatan,’’ tegas Daniel Dewangga, bendahara Pengkot Percasi Mojokerto. Sebelumnya, latihan sempat bergulir dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan (daring) atau lewat aplikasi zoom.

Cara ini dinilai cukup membantu mereka dalam menjalankan pembinaan. Setidaknya terdapat 13 pecatur junior yang terlihat aktif berlatih. Terdiri dari pecatur pemula dengan usia SD hingga SMP, atau mulai nomor G sampai nomor D.

Disusul pecatur junior usia SMA atau yang biasa turun di nomor C sampai A. Sedangkan untuk usia nonproduktif, setidaknya ada tiga pecatur yang siap mendampingi jalannya pelatihan. Durasi dua kali seminggu dirasa sebagai jadwal yang tepat untuk menjaga feeling atlet. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia