alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Hendra Pratama, Penakluk Semua Jenis Ular

Sejak Kecil Sudah Diakrabkan Ayah dengan Binatang Melata

03 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Hendra Pratama Nugraha bermain ular sanca yang ditangkap sehari sebelumnya di rumahnya Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Hendra Pratama Nugraha bermain ular sanca yang ditangkap sehari sebelumnya di rumahnya Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Shalihin/Radar Mojokerto)

’’Sejatinya ular tidak membahayakan jika dia tidak disakiti atau diganggu. Jadi, tergantung niat seseorang. Apabila berniat menyakiti, maka ular itu akan melawan dan bisa membahayakan. Tapi jika berniat baik tentunya dia juga akan menurut. Seperti menangkap untuk diamankan, bukan untuk dibunuh’’.

Kalimat itu diungkapkan remaja berusia 19 tahun Warga Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bernama lengkap Hendra Pratama Nugraha.

Dia kerap menaklukkan semua jenis ular saat masuk atau menyerang perkampungan penduduk. Hendra memang mempunyai kelebihan atau keterampilan menangkap binatang melata itu.

Di saat banyak warga ketakutan, Hendra justru menangkap ular-ular tersebut dengan gampang. Hanya mengandalkan dua tangan. Tidak menggunakan peralatan apa pun. Pengaman maupun senjata. Sudah banyak jenis ular yang luluh di tangan pemuda itu.

Hendra, panggilan akrabnya. Baru-baru ini, sanca seukuran betis orang dewasa dengan panjang hampir empat meter berhasil ditangkap. Ular itu langsung dibawa ke rumahnya. Di rumah, sanca yang sempat meresahkan warga itu nampak melilit tubuhnya. Bahkan sampai leher.

Melihat pemandangan itu, semua orang ikut panik. Namun, Hendra sangat tenang. Dengan perlahan perlahan dia melepas lilitan. Kepala ular dipegang sembari menatap badan ular yang sudah melilit di lehernya. ’’Yang penting harus tetap tenang. Kalau panik dia akan tambah melawan,’’ ungkapnya setelah tubuhnya lepas dari lilitan sanca.

Kejadian itu kerap dialami. Jika ular berulah seperti itu berarti masih stres dan tidak mau makan. ’’Biasanya kalau sudah satu bulan, dia baru mau makan. Dan ketika dia sudah sehat langsung saya lepas ke hutan yang jauh dari permukiman warga,’’ katanya.

Tidak hanya ular sanca yang berhasil diluluhkan. Namun, hampir semua jenis ular. Hanya saat menghadapi ular kobra yang menuntutnya lebih waspada. Sebab, jika menyemburkan racunnya bisa berakibat fatal.

’’Kalau berhadapan dengan ular kobra, menjaga jarak itu perlu. Kelengkapan untuk menangkapnya juga sangat dianjurkan ada. Seperti tongkat atau sejenisnya. Asalkan jangan langsung tangkap pakek tangan,’’ ungkap Hendra sembari tetap memegang sanca.

Menurutnya, kemampuan yang dimiliki itu tak lain lantaran sejak usia 12 tahun sudah sering menangkap dan bermain dengan ular. Sebab ayahnya dulu senang memilihara ular.

Sayangnya, dia tidak bisa mengungkapkan trik khusus agar reptil itu bisa jinakkan. ’’Kalau itu tidak bisa saya ungkapkan. Tapi memang harus mempunyai kemampuan husus,’’ tandas pemuda yang baru lulus SMA. (shalihin/abi)  

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP