alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

KONI Tahu Diri, Tak Bisa Tuntut Atlet Berhenti Aktivitas

02 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Atlet karate junior Kabupaten Mojokerto menggunakan face shield selama menjalani latihan rutin.

Atlet karate junior Kabupaten Mojokerto menggunakan face shield selama menjalani latihan rutin. (KONI for Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembatasan agar tidak banyak menggelar kegiatan olahraga di masa pandemi Covid-19 yang digulirkan KONI Jatim belum sepenuhnya bisa diikuti cabor-cabor di daerah.

Termasuk di Kabupaten Mojokerto yang justru menginginkan kegiatan olahraga boleh digelar asal mematuhi protokol kesehatan. Keinginan itu mengingat besarnya potensi skill atlet untuk bisa dikembangkan dengan maksimal.

Kondisi ini pun diakui KONI sebagai situasi yang dilematis dan tidak mengenakkan. Di mana, di satu sisi olahraga bisa meningkatkan imun tubuh terhadap serangan virus, di sisi lain justru bisa memicu penularan jika tidak disikapi dengan pembatasan.

Alhasil, KONI Kabupaten Mojokerto hanya bisa mengimbau kepada cabor-cabor agar tidak menggelar kegiatan yang mengundang banyak kerumunan atlet dan penonton. Penyesuaian dengan situasi lokal menjadi hal yang wajib diperhatikan pengurus cabor di tengah upayanya menjaga kualitas skill atlet.

’’Kami sudah tekankan sesuai instruksi KONI Jatim, tapi kita juga harus tahu sendiri, tidak bisa menuntut atlet untuk berhenti aktivitas. Yang penting bisa menyesuaikan dengan situasi di masing-masing lingkungan lokalnya saja,’’ terang Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto.

Yang dimaksud kondisi lokal oleh Suher tak lain adalah situasi epidemiologi tempat mereka meneruskan misi pembinaan. Di mana, harus ada pemahaman dan penerapan protokol kesehatan secara holistik agar tidak terjadi penularan saat latihan.

Hal ini untuk menghindari kesalahan fatal pada pembinaan di kemudian hari. ’’Kalau memang bisa diepenuhi dengan Alat Pelindung Diri (APD) ya diusahakan dipakai. Sebaiknya lebih baik mencegah sejak awal dari pada ditemukan yang tidak wajar,’’ tambahnya.

Sejak awal Juni lalu, KONI sendiri sudah mulai menggelar beberapa kali kegiatan organisasi. Salah satunya rapat koordinasi (rakor) bersama cabor untuk membahas persiapan Porprov 2021. Rakor tetap dengan memperhatikan physical distancing dan protokol kesehatan yang berlaku.

Namun, cara tersebut nampaknya belum cukup bagi KONI Jatim dalam menghindarkan atlet dan pengurus olahraga dari bahaya Covid-19. Sehingga, perlu diterbitkan surat imbauan untuk tidak menggelar kegiatan organisasi di masa-masa pandemi yang tak kunjung berakhir.

’’Yang jelas surat imbauan itu sudah kami teruskan ke cabor-cabor untuk dimengerti,’’ pungkas Suher. (abi)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP