alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Bangunan Pasar Rakyat Trowulan Masih Melompong

01 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto sidak proyek pembangunan Pasar Rakyat Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto sidak proyek pembangunan Pasar Rakyat Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Gedung hasil pembangunan yang belum beroperasi tercatat masih banyak. Salah satunya Pasar Rakyat Trowulan. Bangunan di Jalan Raya Bypass Trowulan ini masih melompong dan belum ada aktivitas perekonomian.

Gedung pasar yang menempati eks lahan Terminal Trowulan itu terlihat mencolok dengan pagar bergaya Majapahitan dan bangunan gedung atap berkonsep limasan. Di pelataran pasar masih berupa lahan paving yang dipenuhi rerumputan liar.

Gapura pintu masuk hanya dipalang tatanan bilah bambu. Sedangkan area pasar tidak ada bangunan lain selain gedung pasar berkonstruksi baja tersebut. Hal itu diketahui ketika sidak kalangan dewan ke lokasi. Mereka mendapati gedung pasar yang masih melompong. Pintu masuk pasar masih terkunci pagar harmonika rapat.

Di sisi depan samping kanan dan kiri pasar. Juga di bagian belakang pasar. Area dalam pasar dapat dilihat melalui anak tangga ke lantai kedua tempat kantor kepala pasar. "Masih kosong melompong begini," ujar anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Sugianto, di lokasi, kemarin.

Ia bersama anggota komisi lainnya melihat kondisi bagian dalam gedung pasar. Di dalamnya, terdapat deretan los stan penjual. Terdapat lima los yang dibagi dua bagian. Tiap los terdapat setidaknya 10 area stan. Setiap stan sudah berkeramik warna-warni.

Praktis, kondisinya masih kosong dan berdebu karena belum pernah digunakan. "Harusnya sudah digunakan. Mengingat, sudah diserahterimakan ke pemkab," tambah anggota Komisi III lainnya, Pitung Haryono. Ia menyebutkan, bangunan gedung pasar yang telah berdiri pada tahun 2019 seharusnya sudah bisa digunakan di tahun ini.

Bangunan pasar rakyat itu dibangun dengan anggaran DAK (dana alokasi khusus) tahun 2019. Menurut informasi, anggaran bersumber dana tugas perbantuan (TB) tahun 2019 dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Ini dilaksanakan tahun lalu. Sekarang sudah diserahkan ke pemkab," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo.

Disinggung soal besaran anggaran yang digunakan, Didik mengaku lupa. Hanya, dia menyebutkan baik pelaksana hingga desain bangunan itu berasal dari pemerintah pusat. "Desain dari sana semua," imbuh mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten ini.

Terkait masih melompongnya pasar, Didik mengakui hal itu. Ia menyatakan, belum dibukanya pasar karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Ia enggan memaksa membuka pasar baru akan tetapi kondisi bencana belum mereda.

"Semua sudah ada pedagangnya kok. Ini karena Covid-19 saja," kilah dia. Malahan, pihaknya menyebutkan seluruh pedagang sudah siap menggelar dagangannya. Namun, masih mencari hari yang cocok.

"Terkadang pedagang itu masih menghitung hari. Hari mana yang cocok untuk membuka pasar," tambahnya. Pasar Rakyat Trowulan dibangun bertujuan untuk menggerakkan perekonomian daerah. Pasar rakyat terbuka bagi pedagang dari segala jenis komoditi.

Mulai bahan pangan, hasil pertanian, hasil peternakan dan perikanan, serta bahan pokok lainnya. "Segera kami rencanakan pembukaannya," pungkasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia