alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

RSUD Soekandar Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Minta Bantuan Dokter

01 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tenaga medis keluar dari ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari seusai merawat pasien Covid-19.

Tenaga medis keluar dari ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari seusai merawat pasien Covid-19. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pertambahan signifikan angka pasien positif Covid-19 membuat RSUD Prof dr Soekandar Mojosari Kabupaten Mojokerto kewalahan.

Betapa tidak, sebagai satu-satunya rujukan Covid-19, RSUD Prof dr Soekandar dituntut mampu menampung pertambahan pasien yang tinggi untuk menjalani perawatan.

Tidak sekadar menyediakan tempat, pihak rumah sakit juga dituntut mampu menyediakan tenaga medis yang siap menangani pasien. Termasuk dokter spesialis paru yang kini baru tersedia dua orang. Kekurangan ini yang terus diupayakan di tengah beban tinggi penurunan tren pertambahan pasien Covid-19 sesuai instruksi Presiden Jokowi.

’’Kami masih punya dua dokter spesialis paru. Sekarang ini masih diupayakan meminta bantuan dari daerah lain untuk bisa mengirimkan dua dokter spesialis paru lagi,’’ terang Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub.

Ya, berdasarkan kebutuhan ideal, setiap 100 pasien sedianya harus tersedia empat dokter spesialis yang siap menangani. Kebutuhan tersebut berdasarkan kemampuan setiap dokter yang maksimal hanya mampu mengawasi 20 sampai 25 pasien.

Sementara jumlah pasien positif yang menjalani perawatan saat ini telah mencapai 80 orang. Artinya, kemampuan kedua dokter dalam menangani pasien bisa dibilang telah melebihi batas. Padahal, angka pasien sembuh tak sebanding dengan jumlah pasien yang kini telah mencapai lebih dari 170 orang.

’’Semoga saja pertambahannya tidak signifikan lagi. Sehingga sirkulasi pasien masuk dan pasien sembuh bisa berimbang. Syukur-syukur justru jumlah pasien sembuh yang bertambah,’’ tegasnya.

Tidak hanya dokter, RSUD Soekandar juga tengah mencari tenaga perawat yang siap mendampingi pasien dalam menjalani proses penyembuhan. Hampir sama dengan dokter, jumlah perawat yang tersedia kini semakin tak imbang.

Di mana, dari 80 pasien, hanya tersedia 30 perawat yang setiap hari bekerja mengawasi dan merawat pasien. Jumlah tersebut semakin tak imbang ketika RSUD berencana membuka lagi ruang isolasi untuk penambahan tempat tidur (TT) khusus pasien Covid-19.

Di mana, kebutuhan untuk satu lantai gedung isolasi setidaknya harus tersedia 15 sampai 18 perawat. Saat ini, 30 perawat yang ada sudah disebar di dua lantai gedung Mataram sebagai tempat isolasi.

Dan sejak kemarin, RSUD Prof dr Soekandar telah berupaya mencari dengan membuka rekrutmen tenaga kesehatan sebanyak 35 orang. Dengan rincian 22 perawat, 2 teknisi elektromedis, 2 asisten apoteker, 1 ahli nutrisi, 4 pengelola sistem IT, dan 4 pengelola data. Rencananya, 35 tenaga medis akan ditugaskan khusus untuk penanganan Covid-19.

Mereka yang terpilih nantinya akan diterjunkan langsung dalam mendampingi proses penyembuhan pasien dari serangan virus korona. ’’Karena RSUD Prof dr Soekandar sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka bisa rekrutmen sendiri. Tapi tetap ada pendampingian dari pemkab melalui BKPP,’’ pungkasnya. (abi)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia