alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ditutup Besok, 72 Kursi SMP Negeri Kota Mojokerto Belum Terisi

01 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari meninjau pelaksanaan PPDB jalur zonasi secara online di SMPN 1 Mojokerto.

Wali Kota Ika Puspitasari meninjau pelaksanaan PPDB jalur zonasi secara online di SMPN 1 Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi di Kota Mojokerto telah digulirkan 29 Juni. Hingga kemarin, dari total sembilan SMP Negeri se-kota, masih tersisa tiga lembaga yang belum terpenuhi pagu.

Pemkot Mojokerto optimistis jika bangku kosong tersebut akan terisi penuh hingga hari terakhir pendaftaran Kamis, (2/7) besok. Kemarin, Wali Kota Ika Puspitasari meninjau langsung pelaksanaan PPDB online di SMPN 1 Mojokerto.

Tahun ini merupakan kali pertama proses pendaftaran PPDB menerapkan sistem online secara serentak. Mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP Negeri.

Di samping untuk memudahkan peserta maupun orang tua siswa, pendaftaran dalam jaringan (daring) juga bertujuan mencegah adanya kerumuman di tengah wabah virus korono jenis baru ini.

’’Sistem pendaftaran secara online ini terbilang sangat efektif. Terlebih saat kondisi pandemi Covid-19 seperti ini,’’ terangnya.Pasalnya, masyarakat tidak diharuskan bertatap muka secara langsung maupun mendatangi sekolah.

Melainkan, calon peserta didik hanya perlu mengakses laman resmi mojokertokota.siap-ppdb.com untuk melakukan pendaftaran. Selain itu, update informasi dan hasil seleksi PPDB juga akan dipampang secara realtime melalui situs tersebut.

’’Sehingga orang tua atau calon siswa bisa mendaftar sekaligus memantau hasil seleksi dari rumah,’’ tandasnya. Kendati demikian, pada peninjauan di SMPN 1 Mojokerto kemarin, tampak beberapa orang tua siswa yang masih mendatangi sekolah.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyebut jika kehadiran calon wali murid tersebut lantaran mengalami berbagai kendala. Untuk mewadahi hal itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto telah menyiapkan pendampingan melalui posko pelayanan di masing-masing lembaga.

Terutama untuk melakukan pendampingan bagi pendaftar yang berasal dari luar Kota Onde-Onde. Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyebutkan, keberadaan posko pelayanan PPDB cukup membantu peserta yang mengalami kendala.

Bahkan, pada hari pertama, Senin (29/7), posko di SMPN 1 Mojokerto terdapat 40 orang yang datang secara langsung. ’’Tentunya dengan beberapa kendala. Baik karena keterbatasan dalam mengakses IT dan seterusnya,’’ tandasnya.

Dia mengatakan, semua kendala yang sempat dialami pendaftar maupun orang tua siswa mampu teratasi oleh tim operator. Di katakannya, dalam tahap pendaftaran kali ini, PPDB membuka pendaftaran pada jalur zonasi.

Ning Ita menambahkan, sejauh ini proses PPDB online berjalan relatif lancar. Itu terlihat dari tingginya animo calon peserta didik yang mendaftar. Khususnya di jenjang SMP Negeri yang membuka kuota di jalur zonasi 65 persen atau sebanyak 1.632 kursi.

Hingga pukul 17.00 kemarin, tercatat sudah ada 1.557 pendaftar di sembilan SMPN di Kota Mojokerto. Dengan demikian, hanya tersisa 73 kursi yang belum terisi. ’’Di hari pertama saja sudah cukup banyak. Padahal kami menyiapkan waktu pendaftaran 4 hari sampai 2 Juli,’’ imbuhnya.

Dari jumlah pendaftar tersebut, enam dari sembilan lembaga SMPN se-Kota Mojokerto kuotanya telah terpenuhi. Masing-masing di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4 SMPN 7, SMPN 5, dan SMPN 9. Sedangkan 3 sekolah lainnnya masih kekurangan pagu.

Masing-masing dari SMPN 3 kurang 22 kursi, SMPN 6 kurang 16 kursi, dan SMPN 8 kurang 35 kursi. Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini optimistis jika seluruh pagu di SMPN akan terpenuhi. Sebab, setiap lembaga masih memiliki dua hari sebelum pendaftaran ditutup Kamis, (2/7) besok.

Sebelumnya, dispendik juga telah membuka pagu nonzonasi dengan kuota 35 persen. Di antaranya dari jalur jalur prestasi 15 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen. (abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia