alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengedar Sabu Asal Mojoanyar dan Dlanggu Ditangkap

01 Juli 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tiga pelaku pengedar sabu saat diamankan di Mapolresta Mojokerto.

Tiga pelaku pengedar sabu saat diamankan di Mapolresta Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Peredaran narkoba di Mojokerto terus meningkat. Terbaru, Satnarkoba Polresta Mojokerto berhasil membongkar jaringan sabu dengan tiga pelaku, Minggu (28/6). Petugas menyita barang bukti sabu seberat 9,93 gram.

Tiga tersangka yang kini masih dikembangkan masing-masing, Indra Setiawan, 22, warga Dusun Plaosan, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu; Odik Santoso, 28, warga Dusun Ngunpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar; dan Mokhamad Romli, 31, Dusun Peting, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

’’Tiga pelaku ini merupakan satu jaringan,’’ ungkap Kasatnarkoba Polresta Mojokerto Iptu Heri Siswanto kemarin. Mereka diamankan di tempat berbeda dalam waktu kurang dari 1x24 jam. Kali pertama petugas menggerebek rumah Indra Setiawan.

Informasi yang didapat petugas jika selama ini kerap dijadikan tempat peredaran sabu. Benar saja, saat dilakukan kroscek sekitar pukul 07.00, petugas mendapati Indra sedang pesta sabu. Hasilnya, dua buah pipet kaca bening berisi sabu disita. Satu klip plastik bening berisi sisa sabu, satu buah korek api gas.

Selain itu, ada seperangkat alat hisab sabu yang ditemukan di dalam speaker aktif yang berada dalam kamar rumah pelaku, serta satu buah handphone (HP) di atas meja kamar pelaku. ’’Pelaku mengaku baru pesta sabu bersama Odik Santoso sekitar pukul 06.00. Tapi Odik sudah pulang,’’ terangnya.

Informasi itu membuat petuags gerak cepat. Selang 20 menit petugas berhasil menangkap Odik di rumahnya. Petugas yang menemukan barang bukti HP yang di dalmnya terlibat percakapan dengan Indra membuat Odik pasrah. Bersama itu, kedua pelaku lantas digiring ke Mapolresta Mojokerto untuk pengembangan.

Tak ingin kehilangan jejak, petugas langsung menggerebek rumah Mokhamad Romli. Yakni, penyuplai barang kepada dua pelaku. Sejumlah barang bukti juga kembali berhasil disita.

Di antaranya, enam klip plastik berisi sabu dengan berat 5,88 gram, sebuah kotak tempat menyimpan sabu, sebuah sekrup warna putih, satu pack plastik kosong. Ada juga sebuah timbangan elektrik yang ditemukan di bawah lemari rias dalam kamar pelaku, uang tunai sebesar Rp 198 ribu hasil penjualan dan HP yang ditemukan di atas kamar pelaku.

Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Mojokerto. ’’Hasil lidik, pelaku Indra dan Odik selain sebagai pengedar juga sebagai pemakai. Keduanya mendapatkan barang dari Mokhamad Romli,’’ terangnya.

Sasaran pengedaran sabu para pelaku merupakan kelas menengah ke bawah. Namun, hingga kini pihaknya belum menemukan pelajar sebagai penggunanya. Pihaknya meminta masyarakat untuk bekerja sama memerangi narkoba. Para pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

’’Saat ini, kami juga sedang memburu pemasok sabu yang masuk Mojokerto,’’ tegasnya. Ketiganya dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 subsider pasal 132 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. ’’Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,’’ jelasnya. (abi)

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia