alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Masa Pandemi, Ribuan Warga Kota Mojokerto Belum Pegang E-KTP

26 Juni 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelayanan di Kantor Dispendukcapil Kota Mojokerto masih belum membuka pelayanan tatap muka secara langsung.

Pelayanan di Kantor Dispendukcapil Kota Mojokerto masih belum membuka pelayanan tatap muka secara langsung. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan warga Kota Mojokerto belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) masih terhambat untuk melakukan jemput bola perekaman di masa pandemi Covid-19 ini.

Kabid Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kota Mojokerto Hasta Priyangga mengatakan, sejak mewabahnya virus korona jenis baru, pihaknya masih terkendala menggulirkan perekaman e-KTP secara jemput bola.

Sebab, layanan tersebut menyasar kepada warga yang memasuki usia wajib KTP pemula. ’’Biasanya kami jemput bola ke sekolah-sekolah, karena rata-rata masih usia SMA/SMK,’’ terangnya.

Namun, seiring meluasnya penyebaran Covid-19, seluruh lembaga pendidikan di Kota Onde-Onde masih menerapkan pembelajaran dari rumah. Praktis, layanan perekaman jemput bola belum dapat dilakukan.

’’Karena sampai sekarang kan sekolah masih libur,’’ ujarnya.Dia mengatakan, layanan tersebut sebenarnya cukup efektif dalam meningkatkan angka partisipasi perekaman e-KTP.

Mengingat, petugas tidak hanya merekam bagi pelajar yang sudah genap berusia 17 tahun, tetapi juga menjaring usia di bawahnya. Hasta menyebutkan, upaya tersebut dilakukan agar warga tidak lagi melakukan perekaman biometrik saat usia memasuki usia wajib KTP.

Namun, blangko e-KTP akan dicetak dan diberikan ketika yang bersangkutan sudah menginjak usia 17 tahun. Selain bagi pemula, perekaman jemput bola juga dilakukan bagi warga yang terkendala secara fisik.

Antara lain bagi warga penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), maupun yang mengalami sakit. Namun, kata dia, sejak adanya pendemi Covid-19 ini, jumlah pemohon untuk dilakukan perekaman di rumah sangat minim.

’’Mungkin adanya korona ini warga juga khawatir kalau didatangi petugas. Karena sampai saat ini belum ada pengajuan ke kami,’’ ulasnya. Di sisi lain, di masa pandemi Covid-19 ini, dispendukcapil juga melakukan sejumlah perubahan sistem pelayanan.

Hingga saat ini, semua pengurusan adminduk tidak dilayani secara tatap muka langsung. Warga diminta untuk mengajukan permohonan secara dalam jaringan (daring) atau online.

Akibatnya, jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP di Kota Mojokerto masih cukup banyak. Dispendukcapil mencatat, jumlah penduduk yang berusia wajib KTP sebanyak 102.162 orang.

Namun, hingga akhir Mei lalu yang sudah melakukan perekaman 100.484 orang atau berkisar 98,36 persen. Sehingga, jumlah warga masih belum perekaman sebanyak 1.678 orang.

Hasta menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat imbauan agar warga yang belum melakukan perekaman untuk segera mengajukan permohonan. ’’Karena yang belum rekam datanya akan kami nonaktifkan semua,’’ pungkas Hasta. (abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia