alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Jembatan Kerap Disambar Truk, Jalan Bawah Jembatan Dikeruk

26 Juni 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sistem buka tutup diterapkan di jalan utara Sungai Brantas sebagai jalur alternatif Jombang-Surabaya. Tepatnya di bawah jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg.

Sistem buka tutup diterapkan di jalan utara Sungai Brantas sebagai jalur alternatif Jombang-Surabaya. Tepatnya di bawah jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto - Akibat seringnya kecelakaan karena boks kontainer menyangkut di bawah jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Sudah dua pekan ini, jalan berada di bawah jembatan peninggalan Belanda itu dikeruk dan diperbaiki untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan korban, akibat rendahnya dimensi jarak antara jalan raya dan jembatan layang. Sistem buka tutup jalur pun diperlakukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, arus lalu lintas di sepanjang jalur alternatif Jombang-Surabaya ini sedikit tersendat. Kondisi tersebut tak lepas penerapan sistem buka tutup jalur di tengah proses perbaikan infrastruktur berstatus di bawah naungan Provinsi Jatim tersebut.

’’Perbaikannya sudah dua Minggu ini,’’ ungkap Supangkat, salah seorang warga Kamis (25/6). Karena arus lalu lintas cukup padat, warga sekitar turut andil melakukan pengaturan lalu lintas. Yakni, dengan menerapkan sistem buka tutup jalur.

Sistem tersebut diberlakukan bagi kendaraan dari Jombang menuju Mojokerto atau sebaliknya, serta dari Mojokerto menuju Jombang dan Lamongan. Bergantiannya jalur tersebut tak lain untuk menghindari kemacetan terjadi.

Apalagi, sempitnya jalan di jalur tersebut membuat pengendara tak bisa leluasa bersimpangan di bawah jembatan. Jembatan yang melintang di atas Sungai Brantas ini sejatinya sebagai jalur alternatif Mojokerto-Jombang.

Difungsikan sebagai akses truk pengangkut tebu menuju PG Gempolkrep. ’’Pengerukan dilakukan sampai aatu meter lebih. Intinya, ketinggian jadi 4-4,5 meter dari permukaan jalan,’’ paparnya. Sistem buka tutup juga sempat dilakukan sebelum Lebaran lalu.

Itu setelah proses perbaikan sekaligus pengerukan jalan sisi utara juga dilakukan. Pengerukan jalan raya ini tak lepas karena seringnya terjadi kecelakaan akibat boks kontainer tersangkut jembatan tersebut.

Selain cukup membahayakan pengguna jalan, kondisi jembatan rentan jebol. Terbukti, fondasi jembatan sisi selatan sudah keropos karena terlalu sering disasar bak truk, khususnya kontainer. ’’Lebih kalau sepuluh kali. Kadang sehari itu sampai ada dua kejadian. Kebanyakan boks kontainer yang tersangkut,’’ jelasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia