alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Calon Siswa Bebas Memilih Sekolah Negeri, Tak Lolos Langsung Gugur

18 Juni 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah calon wali siswa melakukan verifikasi dan validasi pendaftaran PPDB di Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah calon wali siswa melakukan verifikasi dan validasi pendaftaran PPDB di Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahapan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Mojokerto kembali digulirkan, Rabu (17/6).

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) tak lagi membatasi wilayah zonasi. Calon siswa bebas memilih mendaftar dari satu di antara 40 lembaga SMP Negeri yang ada di kabupaten. Proses PPDB kali mulai memasuki tahap verifikasi dan validasi (verval) data calon pendaftar yang dijadwalkan mulai 17-23 Juli nanti.

Pelaksanaan tersebut dilakukan di masing-masing SMP Negeri. Khusus bagi siswa dari luar kabupaten, dilakukan di kantor dispendik Jalan RA. Basoeni, Kecamatan Sooko.

Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Kabupaten Mojokerto Sri Mujiati mengungkapkan, tahap verval dilakukan untuk pengambilan personal identification number (PIN) sebagai tiket untuk mendaftar PPDB yang dibuka  29 Juni-2 Juli nanti.

Di tahun pelajaran 2020-2021 ini, pendaftaran dibagi menjadi empat jalur. ’’Empat jalur ini akan dibuka bersamaan secara online,’’ paparnya. Jalur tersebut di antaranya adalah jalur zonasi yang menampung kuota sebanyak 50 persen. Tahun ini, dispendik menghapus pembatasan radius pada jalur ini.

Dengan demikian, calon siswa dari 18 kecamatan dibebaskan memilih mendaftar di satu lembaga dari 40 SMP Negeri se-kabupaten. ’’Jadi tidak ada lagi dalam zona atau luar zona,’’ paparnya. Namun, calon pendaftar harus tetap mempertimbangkan kedekatan tempat tinggal dan sekolah tujuan.

Pasalnya, proses seleksi di jalur zonasi tetap mengacu berdasarkan jarak. Apalagi, masing-masing calon siswa hanya diberi kesempatan hanya memilih satu kali di satu sekolah tujuan. ’’Jadi kalau tidak lolos ya langung gugur,’’ ujarnya.

Di sisi lain, di jalur zonasi ini juga akan menampung warga dari wilayah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto. Masing-masing Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik, dan Lamongan.

Dia menyebutkan jika tidak ada kuota khusus bagi calon siswa luar daerah. Sehingga masing-masing calon siswa harus tetap bersaing dalam seleksi. ’’Jadi sama-sama tetap bertarung jarak dengan pendaftar kabupaten,’’ ulasnya.

Sementara itu, pendaftaran lainnya juga dibuka pada jalur afirmasi. Jalur bagi siswa tidak mampu ini hanya diprioritaskan bagi warga yang berdomisili di Kabupaten Mojokerto. Masing-masing sekolah dijatah membuka 15 persen. Sementara untuk jalur perpindahan orang tua maksimal membuka 5 persen.

Muji menyebutkan, jika kedua jalur tersebut tidak terpenuhi, maka akan dilakukan pengalihan di jalur prestasi yang diberi pagu awal 30 persen. ’’Sehingga 30 persen ini bisa bertambah jika mendapat limpahan sisa kuota dari dua jalur tersebut,’’ imbuhnya.

Berdasarkan data Dispendik kabupaten Mojokerto, jumlah kuota yang dibuka pada PPDB tahun ini lebih besar dibanding tahun pelajaran sebelumnya. Pasalnya, terdapat satu sekolah baru yaitu di SMP N 2 Puri. Dengan demikian, total ada 40 lembaga SMP Negeri dengan keseluruhan pagu mencapai 8.480 kursi. (ram/abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia