alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pengunjung Wisata Pacet Membeludak

08 Juni 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

MERAYAP: Ratusan kendaraan pengunjung diminta putar balik di bundaran Pacet arah area Sendi, kemarin. Akses jalan menuju Cangar, Batu, tersebut ditutup. (Shalihin/radarmojokerto.id)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – New normal belum diterapkan. Namun, kawasan wisata di Kabupaten Mojokerto sudah ramai. Salah satunya di Pacet. Minggu (7/6), pengunjung daerah pegunungan itu membeludak. Karena objek wisata milik pemerintah setempat belum dibuka, mereka menyasar tempat-tempat bersantai. Selain menikmati pemandangan, juga nongkrong di warung-warung. 

Kapolsek Pacet AKP Toni Hermawan mengungkapkan, kesejukan dan keindahan Pacet menarik wisatawan untuk berkunjung setelah beberapa bulan mengikuti aturan pemerintah berdiam diri rumah. Sebab, selama musim pandemi ini kondisi kawasan wisata alam ini sepi dari pengunjung. ’’Akhir-akhir ini baru ramai seperti ini. Mulai hari Minggu pekan lalu. Tapi yang paling ramai itu di hari Minggu. Mungkin mereka bosan karena lama berdiam diri di rumah,’’ tuturnya.

Menurutnya, sampai saat ini pemerintah masih belum menerapakan new normal. Sejumlah tempat wisata pun masih belum dibuka.  Sehingga, pihaknya mengambil langkah menutup akses masuk wisata Sendi agar tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung. ’’Untuk antisipasi penumpukan pengunjung yang nongkrong di wilayah Sendi. Sehingga, kami lakukan pembatasan di sini,’’ katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejumlah petugas dari Muspika Pacet menggandeng relawan melakukan penutupan akses masuk jalur Cangar, Batu. Tepatnya di sebelah barat bundaran Pacet. Ratusan pengunjung yang mengendarai roda dua dan roda empat itu pun harus putar balik. Karena saking banyaknya pengunjung, sempat terjadi kemacetan di bundaran. Kendaraan tampak merayap di sepanjang jalan. ’’Pengunjung banyak yang dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Mungkin mereka ke sini untuk mencari tempat dingin. Makanya mereka kita imbau untuk tidak nongkrong. Tapi kalau hanya sekadar jalan-jalan tidak apa-apa,’’ tandasnya.

Tak hanya itu, petugas juga menindak pengendara yang tidak menggunakan masker. Mereka langsung diberhentikan dan dikenakan sanksi. Seperti push-up dan  menghafalkan Pancasila sebagai pembinaan. ’’Ini sekadar pembinaan agar mereka ke mana-mana mengenakan masker demi kesehatan bersama,’’ kata Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kecamatan Pacet Zainul Arifin.

Menurut Zainul, situasi dan kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk berwisata  yang berpotensi terjadi penularan Covid-19.  Apalagi wisata-wisata juga masih belum dibuka. ’’Masih belum ada petunjuk dari pemerintah. Tapi banyak orang masuk ke Pacet ini dan juga jalur-jalur sudah pada penuh semua. Khususnya Sendi. Sehingga terpaksa kita tutup. Demi kebaikkan mereka semua,’’ tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Zaenal, warga Gresik, mengaku, sengaja untuk makan. Karena merasa bosan tak pernah keluar rumah selama pandemi Covid-19 Maret 2020 lalu. Bahkan Zaenal dikenakan sanksi lantaran tidak memakai masker. Dia diminta petugas untuk menghafal Pancasila. ’’Habis makan di Sendi ini tadi. Bosan di rumah saja. Terus kelupaan pakai masker. Jadi, diminta berhenti dulu buat masang masker sama disuruh menghafal Pancasila aja,’’ ungkap Zaenal.

Pengendara lainnya, Prasista, warga Gondang, Kabupaten Mojokerto, yang tidak memakai masker juga dikenakan sanksi lebih berat. Dia harus push-up lantaran mengabaikan protokol kesehatan. ’’Rencananya mau ke rumah adik yang di Malang. Tapi gak boleh, akhirnya kembali. Dan disuruh push-up. Soalnya saya memang salah gak pakai masker di tengah pandemi virus Covid–19,’’ ujar Prasista.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia