alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pejabat Peringati Hari Lahir Pancasila di Sekolah Soekarno Kecil

01 Juni 2020, 16: 36: 01 WIB | editor : Mochamad Chariris

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman SDN Purwotengah, Kota Mojokerto, Senin pagi (1/6).

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman SDN Purwotengah, Kota Mojokerto, Senin pagi (1/6). (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Peringatan Hari Lahir Pancasila diselenggarakan dengan nuansa berbeda di Kota Mojokerto. Senin pagi (1/6) Pemkot Mojokerto melaksanakan upacara di halaman SDN Purwotengah. Sekolah tingkat dasar ini adalah sekolah masa kecil Presiden RI pertama, Soekarno, sekaligus tokoh pencetus Pancasila sebagai dasar negara.

Wali Kota Ika Puspitasari, mengatakan, SDN Purwotengah memiliki nilai historis tentang sosok Soekarno. Sebab, lembaga pendidikan berada di Jalan Taman Siswa Nomor 16, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini dulu merupakan tempat di mana Soekarno kecil mengenyam pendidikan jenjang sekolah dasar.

"Karena Soekarno adalah pencetus dari Pancasila itu sendiri, maka peringatan Hari Lahir Pancasila kita peringati di sekolah ini (SDN Purwotengah)," terangnya. Saat itu, Koesno, nama asli Soekarno semasa kecil, menempuh pendidikan di Inlandsche School.

Baca juga: Dinas Pendidikan Tak Bisa Intervensi Sekolah Secara Berlebihan

Sekolah yang kemudian menjadi cikal bakal SDN Purwotengah itu juga dikenal dengan sekolah Ongko Loro atau lembaga pendidikan khusus bagi pribumi. Ning Ita, begitu wali kota biasa disapa, memaparkan, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pagi tadi terlihat tetap khidmat, meski harus dilakukan secara virtual melalui video konferensi.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, jumlah peserta juga dilakukan pembatasan dengan mematuhi protokol kesehatan. Prosesi upacara hanya diikuti kalangan pejabat dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian (kabag), camat, dan lurah.

"Jika biasanya seluruh elemen ikut bersmama-sama menyelenggaran upacara, tetapi karena harus menaati social distancing, maka sangat terbatas yang bisa mengikuti upacara pada hari ini," jelas Ning Ita.

Dalam momentum tersebut, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyampaikan bahwa spirit dari Hari Lahir Pancasila kali ini adalah semangat kegotongroyongan. Seluruh eleman masyarakat harus bersama bergandengan tangan untuk saling tolong-menolong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Kita harus tetap bertahan dalam kondisi serba keterbatasan ini. Dan semangat kegotongroyongan itu lah yang harus menjadi kekuatan kita bersama. Semuanya saling membantu menguatkan untuk bangkit bersama," pungkas Ning Ita.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya