alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mata Lensa
icon featured
Mata Lensa

Lesunya Bisnis Pakaian dan Kudapan Lebaran

17 Mei 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penjaga toko baju menunggu kedatangan pembeli di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto.

Penjaga toko baju menunggu kedatangan pembeli di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. (Shalihin/Radar Mojokerto)

LEBARAN sebentar lagi.Di tahun-tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, terlihat betapa padatnya aktivitas traksaksi jual beli di pasar-pasar tradisional.

Ribuan orang silih berganti berbelanja kebutuhan persiapan hari yang fitri. Dari bahan-bahankuliner, busana, pernak-pernik, hinggakudapan siap saji. Akan tetapi, tahun ini sangat berbeda.Satu Minggu menjelang Lebaran, pasar tradisonal, toko busana, bahkan malpun masih terlihat sepi.

Meskipun ada pembeli namun jumlahnya tak seramai tahun lalu.Semuanya merasakan keprihatinan dan dampak ditengah pandemi Covid-19 ini.

Sofiana,penjaga toko busana di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto, menuturkan, jika di tahun lalu menjelang Lebaran, tokonya sudah mempersiapkan persediaan dagangan dengan berkulakan dari Surabaya hingga Jawa Barat.”Saat ini toko hanya menghabiskan stok lama saja,” ungkapnya.

Karena kebanyakan pasar grosir yang ditutup, hal itu juga berdampak pada rumah-rumah konfeksi.Mereka rata-rata berhenti berproduksi.Tak hanya busana, penjualan makanan juga lesu.

Jajanan khas dihidangkan selama Lebaran yang tahun lalu diserbu pembeli, saat ini dirasakan pedagang biasa-biasa saja. ”Sekarang permintaannya biasa-biasa saja, tidak seperti tahun lalu,” terang Yeni Rahma, pedagang jajanan Lebaran di Pasar Tanjung Anyar.

Semua warga berharap pandemi ini lekas berlalu, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, serta ekonomi berjalan lancar.

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP