alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarmojokerto
Home > Mojosari
icon featured
Mojosari

Harus Ganti PIN, Malah Terblokir, Nasabah Ramai-Ramai Urus Kartu ATM

09 Mei 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ratusan nasabah Bank Mandiri mengantre di depan Kantor KCP  di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Mojosari, kemarin.

Ratusan nasabah Bank Mandiri mengantre di depan Kantor KCP di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Mojosari, kemarin. (Shalihin/Radar Mojokerto)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Larangan pemerintah untuk tidak berkerumun selama pandemi Covid-19 ini sudah disosialisasikan. Bahkan pembubaran massa hingga penutupan sejumlah tempat yang berpotensi terjadi kerumunan telah dilakukan.

Namun, nasabah Bank Mandiri justru berkerumun. Hal itu lantaran kartu ATM-nya bermasalah. Terblokir, dan harus diurus di Kantor Cabang Pembatu (KCP) Mojosari atau Mojokerto.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di Kantor Cabang Perwakilan (KCP) Mojosari, tampak ratusan nasabah berkerumun. Layaknya tidak ada penerapan physical distancing. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Mojosari kemarin, Jumat (8/5).

Salah satu nasabah, Fauzi 47, menceritakan, membeludaknya nasabah di KCP Mandiri Mojosari itu berawal dari adanya pembaharuan sistem pada kartu ATM Mandiri. Seperti yang dialaminya dan sejumlah nasabah lainnya.

’’Awalnya saya mendengar kabar dari teman. Kalau tidak ganti PIN katanya gak bisa ngambil uang. Terus saya langsung ke mesin ATM. Kemudian muncul tulisan ganti PIN. Trus saya coba. Tapi tidak bisa. Dan Akhirnya terblokir,’’ katanya.

Dia kemudian bergegas ke KCP tersebut untuk membenahi kartu ATM-nya tersebut. Namun dia harus antre cukup panjang. Apalagi, saat ini rawan terjadi penularan virus korona. ’’Orang sebanyak ini kartunya juga terblokir. Ada apa sebenarnya kok tiba-tiba terblokir,’’ ujarnya.

Membeludaknya nasabah itu tak hanya terjadi di KCP tersebut. Di KCP Mojokerto yang berada di Jalan Mojopahit Kota Mojokerto juga terjadi hal yang sama. Bahkan massanya terlihat lebih banyak. Kasusnya pun sama.

Yakni, terkait perubahan sistem di Bank Mandiri sendiri. ’’Dari pihak bank mandiri ada pembaharuan. Kemarin saya ke mesin ATM tapi tidak bisa dipakai transaksi,’’ ungkap Nurhadi, nasabah lainnya.

Sementara itu, Kepala KCP Bank Mandiri Mojosari Eni menjelaskan, untuk keamanan nasabah diharuskan untuk ganti PIN. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 ini rawan terjadi hal-hal yang tak di inginkan. Sehingga, pihaknya menerapkan sistem penggantian PIN terhadap nasabahnya. Supaya terhindar dari kejadian yang merugikan.

’’Sebenarnya bisa dilakukan di mesin ATM. Tapi mungkin nasabah sendiri enggan untuk mengubahnya sendiri,’’ katanya. Disinggung terkait dengan imbauan pemerintah agar tidak berkerumun, pihaknya sudah melakukan penerapan physical distancing.

Dalam sepekan terakhir ini pihaknya membatasi nasabah per harinya 100 orang. Pagi hari 50 dan siang hari 50. Namun karena banyak nasabah kartunya yang terblokir, akan merapat. Apalagi hanya ada dua KCP yang bisa melayani. (hin/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia