alexametrics
Rabu, 30 Sep 2020
radarmojokerto
Home > Mojopedia
icon featured
Mojopedia
Berdirinya Korps Penegak Hukum di Mojokerto

Bentuk Satuan Polisi Lapangan di Era Kolonial

09 April 2020, 20: 51: 48 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kenangan Satuan Polisi Lapangan berswafoto di Kantor Polisi Kota Mojokerto.

Kenangan Satuan Polisi Lapangan berswafoto di Kantor Polisi Kota Mojokerto. (Dok Ayuhannafiq)

PADA era pemerintahan kolonial, dibentuk sebuah satuan kepolisian. Korps penegak hukum itu dinamakan Stad Politie atau Polisi Negara. Tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah jajahan Belanda.

Satuan tersebut juga menjadi cikal bakal lahirnya Veld Politie van Modjokerto atau Polisi Lapangan Mojokerto. Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menuturkan, keberadaan polisi kolonial dimulai sejak akhir abad ke-19. Tepatnya, aparat penegak keamanan dan ketertiban tersebut telah terbentuk pada kisaran tahun 1897.

Menurut Yuhan, awal pendirian satuan kepolisian dilatarbelakangi kekhawatiran Belanda akan timbulnya kerusuhan, seperti yang terjadi di Banten tahun 1888. Peristiwa yang dikenal sebagai Geger Cilegon itu dipicu perlawanan rakyat karena kesewenang-wenangan kolonial di wilayah eks Kesultanan Banten.

”Anggota kepolisian itu direkrut dari pribumi, namun atasannya tetap dari orang Belanda,” terang Yuhan. Seiring berjalannya waktu, peran lembaga penjaga keamanan kolonial terus menguat. Puncaknya terjadi setelah meletusnya pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1926-1927 di Sumatera.

Satuan kepolisian itu kemudian diberi tugas dan wewenang tambahan untuk melakukan pengawasan terhadap rapat atau pertemuan yang dilakukan warga.Tujuannya, agar peristiwa yang dikenal dengan Pemberontakan Silungkang tidak terulang. Bahkan, aparat diperkenankan untuk membubarkan sebuah pertemuan jika dinilai mengancam keamanan.

”Khususnya bila pertemuannya membahas soal politik,” tandasnya. Selanjutnya, kata Yuhan, satuan kepolisian kolonial juga dibentuk di sejumlah daerah jajahan lainnya. Termasuk di wilayah Mojokerto yang secara resmi didirikan pada April 1921.

Akan tetapi, korps penegak hukum tersebut diberi nama Veld Politie van Modjokerto atau Polisi Lapangan Mojokerto. Oleh kolonial, para personelnya dilatih dan dibekali dengan senjata api. ”Kebanyakan berjenis revolver,” tandasnya.

Tercatat, pada tahun 1931, satuan veld politie memiliki senjata api sebanyak 374 pucuk. Masing-masing 220 pucuk jenis revolver dan 154 pucuk senjata laras panjang jenis karabin. Yuhan menyebutkan, belum diketahui pasti di mana letak kantor Polisi Lapangan Mojokerto di era kolonial itu.

”Yang pasti bukan berlokasi di kantor Polresta Mojokerto, di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto saat ini,” sebut dia. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP