alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ojol Disemprot Disinfektan

27 Maret 2020, 10: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

ANTISIPATIF: Pengemudi ojol disemprot cairan disinfektan di Kantor Dishub Kota Mojoekrto Jalan Bypass untuk mencegah penyebaran virus korona, Kamis (26/3). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto menyemprot disinfektan kepada ratusan pengemudi ojek online (ojol), Kamis (26/3). Upaya itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus korona antara driver dan penumpang.

Kepala Dishub Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan, kegiatan disinfeksi tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dari satuan gugus di bidang perhubungan. Penyemprotan disinfektan tersebut menyasar kendaraan maupun pengemudi ojol. ’’Semua angkutan online kita lakukan penyemprotan disinfektan, baik roda dua maupun roda empat,’’ katanya.

Menurutnya, langkah sterilisasi itu merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran coronavirus disease (Covid-19). Setidaknya, agenda yang dipusatkan di Kantor Dishub Kota Mojokerto di Jalan Bypass itu iikuti 250 ojol roda dua dan 54 roda empat. ’’Disinfeksi ini penting dilakukan agar sarana transportasi tidak menjadi media penularan virus,’’ tandasnya.

Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh terhadap kendaraan sekaligus pengemudi. Bahkan, bagian interior pada armada roda empat juga tak luput dari sasaran. ’’Semuanya, mulai dari helm, jaket, kita semprot,’’ ungkapnya.

Gaguk berharap, penyemprotan dissinfektan bisa mencegah penyebaran virus korona. Terutama dari penumpang ke pengemudi, maupun sebaliknya. Oleh karena itu, pihaknya menekankan, pencegahan yang kalah penting, baik driver maupun masyarakat juga berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan. 

Antara lain dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kerumuman. ’’Para pengemudi online sangat rentan, karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sangat dekat,’’ paparnya.

Disinggung terkait pembatasan, Gaguk mengaku belum sampai melakukan pembatasan operasional. Sehingga, ojol masih bisa leluasa melayani penumpang dan rute di mana saja sesuai yang telah diterapkan dalam sistem dari masing-masing aplikator. ’’Pemerintah daerah dalam hal ini tidak bisa mengatur, karena dia bekerja berdasarkan sistem aplikasi,’’ paparnya.

Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan ojol bisa melayani calon penumpang dari dan menuju luar kota. Untuk itu, dalam kesemapatan kemarin, dishub juga meminta para driver untuk tetap waspada. Khususnya bagi ojol roda empat apabila melayani operasional hingga ke daerah yang berstatus zona merah Covid-19. ’’Makanya dari masing-masing individu harus menerapkan sebagaimana protokol area publik maupun transportasi yang sudah ditetapkan,’’ pungkasnya.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya