alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dampak Covid-19

Ngopi di Warkop, Akan Terus Dibubarkan Polisi

26 Maret 2020, 07: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

SISIR WARKOP: Petugas gabungan, Polisi, TNI, Satpol PP Kabupaten, membubarkan pengunjung warung kopi di Mojosari, Selasa (24/3) malam. (Shalihin/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Seiring cepatnya penyebaran Covid-19, pemerintah dituntut terus menggalakkan upaya pencegahan.

Setiap malam, aparat gabungan dari polisi, TNI, dan Satpol PP Kabupaten patroli menyisir sejumlah tempat keramaian. Mereka dengan tegas membubarkan massa yang sedang nongkrong di warung kopi (warkop), kafe, hingga tempat karaoke. Bahkan tak segan-segan mereka meminta penjaga warung untuk menutup tempat usahanya itu.

’’Kami akan terus menyisir tempat-tempat yang biasa digunakan orang berkumpul ketika malam hari. Seperti warung kopi, warnet, hingga tempat-tempat hiburan malam,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung.

Dirinya pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Mulai dari membiasakan mencuci tangan hingga menghindari tempat keramaian. Masyarakat pun di imbau untuk tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang banyak selama kondisi ini belum normal. ’’Hindari keramaian, jangan membuat kegiatan yang hadirkan banyak orang,’’ imbau kapolres kepada warga di salah satu warung diwilayah Mojosari, Selasa (24/3) malam.

Kapolres menegaskan, jika imbauan itu tidak dihiraukan, pihaknya akan menindak secara tegas. Menurutnya, tindakan persuasif ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz. Maklumat Nomor: Mak/2/III/2020, yang berisi peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kehadiran banyak orang dan berpotensi menjadi ruang penyebaran Covid-19. ’’Kami khawatir apabila masyarakat tidak menjaga jarak dan tetap berkumpul di keramaian berpotensi akan menambah jumlah korban yang terjangkit virus,’’ tandasnya

Secara perlahan para pengunjung warkop melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu. Suasana pun menjadi sepi. Yang tertinggal hanyalah penjaga warkop. Mereka pun sontak membereskan sejumlah cangkir kopi di meja. Bahkan mejanya pun disusun bertanda bahwa mereka telah menutupnya.

Feby menambahkan, pihaknya melakukan tindakan itu bukan berarti tega menghentikan mencari rezeki. Sebaliknya, karena sayang dan prihatin terhadap masyarakat. ’’Dalam rangka kemanusiaan, menyikapi perkembangan penyebaran virus korona atau Covid-19, kami dari kepolisian berupaya untuk melindungi masyarakat serta mengutamakan keselamatan masyarakat dari penyebaran virus korona yang sangat berbahaya ini,’’ tuturnya.

Pasca itu, pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, mulai dari Kecamatan Sooko hingga Kecamatan Mojosari kemarin, sejumlah warung kopi yang biasanya ramai dengan pengunjung nampak sepi. Hanya ada beberapa pencinta kopi. ’’Tetap di rumah. Selamatkan diri kita semua dengan tidak keluar rumah dan mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting,’’ pungkasnya.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia