alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Dampak Covid-19

Dua Pasien Yang Diisolasi Ternyata Negatif

26 Maret 2020, 10: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari, menyemprot disinfeksi di Tempat Peribadatan Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong di Jalan PB Sudirman, Kota Mojokerto, Rabu (25/3). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

Dua dari tiga pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Mojokerto bisa segera keluar dari ruang isolasi di rumah sakit (RS) rujukan. Pasalnya, hasil uji sampel swab telah dinyatakan negatif dari virus korona. Kemarin (25/3) hal itu ditegaskan Wali Kota Ika Puspitasari. Orang nomor satu di lingkup pemkot ini menyebutkan jika pihaknya telah menerima hasil uji laboratorium terhadap spesimen swab dari dua orang PDP. ”Alhamdulillah dari dua tes swab hasilnya negatif (virus korona),” bebernya.

Dua PDP tersebut sebelumnya merupakan pasien yang mengalami keluhan setelah berkunjung dari wilayah terjangkit. Wali kota menyebutkan, jika masing-masing memiliki rekam jejak bepergian dari luar negeri dan seorang lainnya sempat dari Kota Apel, Malang. ”Dari Malang karena red zone,” ujarnya.

Dengan demikian, tinggal satu PDP yang hingga saat ini masih meunggu hasil laboratorium. Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa menyebutkan, hingga kemarin seluruh PDP masih menjalani perawatan di RS rujukan Covid-19 di Sidoarjo. ”Jadi sekarang hanya tinggal satu PDP. Karena yang dua orang sudah dinyatakan negatif dari hasil tes swab,” ulasnya.

Satu PDP tersebut adalah seorang yang kesehariannya bekerja sebagai sopir. Pasien tersebut mengalami keluhan kesehatan setelah melakukan perjalanan ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, di Sidoarjo. ”Sehingga terindikasi terpapar di sana (bandara),” terangnya.

Namun, untuk memastikannya akan dilakukan pemeriksaan lebih jauh dengan uji laboratorium. Sehingga untuk sementara masih harus dirawat di ruang isolasi. Sementara dua pasien PDP sebelumnya, sebut Ning Ita, kemungkinan akan segera bisa keluar dari RS karena kondisinya sudah tak ada keluhan klinis. ”Tentu saja kalau sudah negatif bisa dipulangkan karena kondisinya semakin membaik. Satu orang yang masih PDP pun kondisinya semakin membaik,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan update sebaran Covid-19 per 24 Maret 2020 di Kota Mojoketro terdapat 3 PDP. Masing-masing berasal dari Kelurahan Wates, Kauman, dan Surodinawan. Selain itu, sebanyak 55 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Mereka tersebar di 11 dari 18 kelurahan se-Kota Mojokerto.

Meliputi di Kelurahan Wates sebanyak 26 ODP, Kedundung 10 ODP, Mentikan 4 ODP, serta Balongsari, dan Magersari masing-masing 3 ODP. Selain itu, dua ODP masing-masing tersebar di Kelurahan Prajurit Kulon, Miji, dan Meri. Sedangkan di Sentanan, Jagalan, dan Gedongan masing-masing 1 ODP.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia