alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Dampak Covid-19

Aturan Pembatasan Pembelian Dicabut, Kota Malah Terapkan

25 Maret 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DIBATASI: Disperindag Kota Mojokerto mengeluarkan aturan pembatasan pembelian terkait sejumlah sembako (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kendati Satgas Pangan Polri telah mencabut pembatasan pembelian sejumlah bahan pokok, tetapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota tetap mengimbau kepada toko semua modern dan ritel untuk melakukan pembatasan terhadap penjualan beberapa produk bahan pokok. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi pembelian yang tidak terkontrol di tengah peningkatan kewaspadaan coronavirus disease (Covid-19).

Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menegaskan, pihaknya telah mengirimkan surat imbauan kepada toko modern dan ritel agar membatasi penjualan terhadap beberapa jenis komoditas bahan pangan. Menurut Ruby, kebijakan tersebut guna menghindari pemborongan barang dalam jumlah banyak selama imbauan berdiam diri di rumah. ”Toko-toko ritel sudah kita surati. Kita upayakan agar mereka membatasi penjualan,” terangnya, kemarin.

Setidaknya, ada empat produk bahan pangan yang penjualannya dilakukan pembatasan. Masing-masing adalah beras dengan pembelian maksimal 10 kilogram (kg), gula pasir maksimal 2 kg minyak goreng (migor) maksimal 4 liter, serta mi instan paling banyak dua kardus. ”Jadi, sekali transaksi pembelian tidak boleh lebih dari itu,” paparnya.

Ruby menyebutkan, pembatasan ini dalam rangka mengimplementasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bidang ketahanan ekonomi. Pasalnya, selain untuk mengontrol ketersediaan barang, pembatasan pembelian sekaligus untuk mengendalikan harga.

Mengingat, jika tingkat pembelian naik, maka dikhawatirkan harga di pasaran turut melonjak. Namun, dengan adanya pembatasan, maka dapat mencegah adanya pemborongan yang tak terkendali akibat pandemi virus korona. Khususnya, pada empat jenis bahan pokok tersebut. ”Tapi di lapangan belum sampai ada panic buying,” terangnya.

Meski demikian, Ruby menyatakan secara umum ketersediaan sembako atau komoditas bahan pangan lainnya di Kota Mojokerto masih tercukupi. Selain itu, harga jualnya masih relatif normal. Sehingga agar tetap stabil, pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan.

Hanya saja, sebut Ruby, kenaikan harga cukup signifikan masih terjadi pada jenis gula pasir. ”Harga gula di pasaran sekarang Rp 17 ribu, ada yang Rp 18 ribu per kilogram. Stoknya ada, tapi harganya memang masih tinggi,” imbuhnya. Pihaknya mengaku belum dapat melakukan upaya operasi pasar (OP) agar dapat menurunkan harga gula tersebut. Sebab, hingga kini stok gula di Bulog Subdivre Surabaya Selatan juga masih kosong.

Ruby menyebutkan, pada April nanti akan dilakukan upaya impor gula dari Bulog. Komoditas bahan pemanis itu selanjutnya akan langsung diterjunkan ke distributor-distributor untuk didistribusikan. ”Dari distributor harus melempar langsung ke pasar dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kg,” pungkas Ruby.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia