alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dampak Covid-19

Pengadilan Agama Stop Sidang Cerai

25 Maret 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

ATUR JARAK: Petugas memberikan tanda silang untuk menjaga jarak duduk pengunjung di PA Mojokerto, Selasa (24/3). (Shalihin/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengadilan Agama (PA) Mojokerto dan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto akan tetap menggelar sidang perkara. Agenda persidangan digelar dari hari Senin hingga Kamis. Namun, kedua pengadilan itu resmi menerapkan pembatasan persidangan hingga jumlah pengunjung. Bahkan, PA memutuskan untuk sementara waktu tidak menerima pendaftaran perkara baru. Salah satunya adalah pengajuan kasus perceraian.  

”Perkara yang waktunya masih panjang kita tunda dua minggu. Tapi para pidana yang waktunya hampir habis kami sidangkan,” ungkap Agus Walujo Tahjono, ketua PN Mojokerto, Selasa (24/3).

Perkara yang disidangkan ini akan dilaksanakan secara subtansial atau waktu pelaksanaan sidang lebih dipercepat dari biasanya. Menurut Agus, kebijakan itu dilakukan tak lain sebagai upaya dalam mengantisipasi rantai penyebaran virus korona atau (Covid-19). ”Untuk sidang perdata kami tunda dua minggu,” terang Agus.

PN Mojokerto juga melarang pengunjung sidang masuk ke area pengadilan yang berkantor di Jalan Raya R.A Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten  Mojokerto itu. Imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada publik melalui banner yang dipasang di depan pintu gerbang pengadilan.

Sementara yang diperbolehkan masuk kantor pengadilan hanya dibatasi bagi orang-orang tertentu. Seperti pihak yang berperkara, jaksa penuntut umum (JPU), advokat, saksi, saksil ahli, dan pengunjung pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). ”Ketentuan itu berlaku hingga waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Tak kalah pentingnya, terang Agus, pencegahan juga dilakukan dengan menyediakan hand sanitizer di setiap pintu ruangan. Bahkan, Agus mewajibkan bagi karyawan, pegawai, hakim, jaksa, maupun pihak-pihak berkepentingan mengenakan masker saat di dalam ruang sidang. ”Duduknya pun kami atur sesuai instruksi (protokol) dari pemerintah. Yakni, tidak boleh berdekatan,” katanya.

Sementara itu, PA Mojokerto di Jalan Raya Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, juga menerapkan aturan serupa. Selain itu, PA resmi menutup pendaftaran perkara baru. Hal ini sekaligus menghindari terjadinya kerumunan orang atau massa di dalam ruang sidang. Sedangkan perkara lama tetap dilanjutkan seperti biasanya. Meski demikian, beberapa langkah pencegahan tetap diterapkan sebagaimana mestinya. ”Mengacu pada pemerintah, Mahkamah Agung (MA), kami mengambil langkah sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini. Maka, mulai hari ini (kemarin, Red) kami menutup pendaftaran perkara baru,” ungkap Abdullah Shofwandi, Humas PA Mojokerto, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.  

Kebjikan itu, kata Shofwandi, akan berlaku hingga 3 Apri mendatang. ”Persidangan hanya dilakukan terhadap perkara yang telah ditentukan tanggal dan waktunya,” tandas dia. (hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia