alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Dampak Covid-19

Jam Buka Warkop Dibatasi

24 Maret 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Sebuah warung di jalan Pekayon, Kota Mojokerto memberlakukan social distancing. Setiap pelanggan harus menjaga jarak minimal satu meter. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto terus menggalakkan social distancing dalam  menghentikan penyebaran virus korona yang kian masif. Minggu malam (22/3), petugas gabungan melibatkan sejumlah instansi bahkan melakukan penyisiran ke sejumlah warung kopi (warkop) atau kafe. Selain untuk membatasi jam operasi yang diketahui menjadi titik berkumpulnya masyarakat, juga menggalakkan gerakan jarak satu meter antarpenikmat kopi.

’’Setidaknya ada  89 warkop dan kafe kami sisir. Yang jelas tidak boleh ada kerumunan,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Dodik Hermawan, kemarin.

Penyisiran yang dilakukan petugas gabungan terdiri Pol PP, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan ini, sekaligus upaya pengawasan terhadap tempat hiburan. Seperti karaoke yang nekat buka. ’’Selain warkop, kami juga sisir tempat karaoke dan tempat hiburan lainnya. Tapi hasilnya nihil,’’ tandasnya.

Penyisiran ini sebagai upaya bersama melawan Covid - 19 dengan social distancing dapat dilaksanakan secara efektif di Kota Onde-Onde dengan tiga kecamatan ini. Di sisi lain, langkah itu sebagai tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Mojokerto dengan nomor 443.33/2858/471.302/2020. Di mana point ketiga, pemkot menutup beberapa area publik dimulai Kamis 19 Maret 2020 lalu, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Di antaranya CFD, bioskop, alun-alun, bahkan tempat hiburan atau karaoke. ’’Sesuai dengan arahan Ibu Wali Kota, kita lihat kafe yang harusnya tutup, kalau pun tidak tutup, paling tidak mengurangi jam bukanya,’’ tambah Camat Magersari, Bambang Mujiono, yang ikut penyisiran.

Dengan SE itu, tentu tak hanya tempat hiburan maupun karaoke yang dipantau. Namun, juga sejumlah warung kopi dan tempat-tempat makan yang digemari warga Kota Mojokerto. ’’Terus yang lebih spesifik lagi warung-warung dengan SDM masih terbatas. Jadi mereka kita sosialisasikan langsung bagaimana bahaya korona, dan seberapa penting social distancing dalam antisipasi wabah ini,’’ terangnya.

Pemerintah berharap masyarakat bisa bekerja sama untuk menerapkan social distancing, menghindari keramaian. Yakni, berdiam diri di rumah. Termasuk melakukan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Kalau pun terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, warga harus menyediakan hand sanitizer, mengenakan masker, dan menjaga jarak saat komunikasi. ’’Kami akan terus memberi imbauan, paling tidak mengurangi frekuensi waktu berjualan. Kalau pun masih mau jual, mereka harus tau jarak aman berapa? Katakanlan jaga aman komunikasi satu meter lebih. Setidaknya tempat duduk pengunjung di-setting seperti itu,’’ pungkasnya.

Benar saja, social distancing kini ikut digencarkan di warkop Barkum, Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Dari pantaun di lokasi, nampak desain tempat duduk para pencinta kopi itu tak seperti biasa. Salah satunya dengan memberi jarak antara satu pelanggan dengan pelanggan lain.

Bangku yang biasanya diisi empat-lima orang, kemarin sempat didesain hanya diisi dua orang. Begitu juga dengan kursi yang bisanya untuk dua orang, kini berlaku hanya satu orang. Masing-masing penikmat kopi diberi jarak satu meter. ’’Untuk sementara kita berjauhan dulu satu meter gaes,’’begitu isi imbauan yang juga ditempel di tiang warkop.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia