alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Tahapan Dihentikan, KPU Tetap Lantik PPS

23 Maret 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

SOCIAL DISTANCING: Pelantikan PPS yang sebelumnya direncanakan digelar serentak di Stadion Gajah Mada, Mojosari, dibatalkan dan dialihkan ke masing-masing kecamatan. Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya interaksi sosial dalam jumlah besar. (imronarlado/radarmojokerto.id)

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menghentikan tiga tahapan krusial di pilkada 2020. Meski begitu, KPU Kabupaten Mojokerto tetap melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS), Minggu (22/3).

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Muslim Bukhori, mengatakan, surat keputusan KPU RI bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman, 21 Maret 2020 itu menegaskan, sedikitnya empat tahapan penting yang ditunda. Yakni, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS yang dijadwalkan berlangsung, 22 Maret.

Meski masuk dalam agenda yang harus ditunda, kata Muslim, KPU Kabupaten Mojokerto tetap menjalankan pelantikan. ’’Instruksinya, kalau memang sudah disiapkan semua, bisa dilanjutkan. Tidak masalah,’’ ujarnya.

Sedangkan, tahapan lainnya yang telah diagendakan dan harus ditunda hanya pemutakhiran data pemilih 23 Maret. Sementara, agenda lain yang ditunda tak berdampak terhadap KPU Kabupaten Mojokerto.

Tahapan yang dihentikan dan tak berdampak itu adalah verifikasi faktual di tingkat desa/kelurahan yang akan dimulai 26 Maret nanti. Muslim menerangkan, verifikasi itu sebenarnya untuk daerah yang memiliki calon independen. ’’Karena di Kabupaten Mojokerto tidak ada kandidat perseorangan, maka tidak berdampak sama sekali,’’ tambah Muslim.

Lalu kapan tahapan ini akan digelar? Bagi Muslim, KPU Kabupaten Mojokerto hanya menunggu kabar resmi dari KPU RI. Karena, seluruh tahapan pilkada, semuanya dikendalikan pusat.

Sementara itu, saat pelantikan PPS kemarin, KPU membagi lima dapil. Di setiap dapil, KPU membagi hingga tiga sesi. Pembagian itu sebagai langkah social distancing  yang diberlakukan sejak pekan lalu. Di momen pelantikan kemarin, setiap PPS juga berbaris cukup jauh. Minimal sejauh 1 meter.

Selama prosesi pelantikan, KPU juga mempecepat setiap tahapan. Semisal, tanpa menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga acara seremonial yang lain. Usai melantik dan mengucapkan sumpah, seluruh peserta langsung dibubarkan. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia