alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Kota Mojokerto Antisipasi Virus Corona

Karaoke Sampai Care Free Day Dihentikan

19 Maret 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

TEGAS: Wali Kota Ika Puspitasari memberikan keterangan perihal penutupan tempat hiburan hingga objek wisata di Kota Mojokerto, Rabu (18/3). (khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perputaran ekonomi dari sektor hiburan hingga pariwisata selama beberapa pekan ke depan bakal mengalami kontraksi ekonomi atau penurunan pendapatan. Pemkot Mojokerto resmi mengintruksikan kepada semua tempat hiburan dan lokasi wisata agar dilakukan penutupan secara total. Termasuk, kegiatan car free day (CFD).

Langkah tegas ini sebagai upaya pemkot dalam melakukan pencegahan sekaligus mengantisipasi persebaran virus korona (Covid-19). ’’Tempat hiburan, tempat wisata, kita instruksikan ditutup,’’ ungkap Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ita, kemarin.

Ning Ita menjelaskan, penutupan tempat hiburan dan lokasi wisata tersebut resmi berlaku mulai hari ini. Hal ini dilakukan, di mana persebaran virus korona biasa menular melalui interaksi sosial atau berkumpulnya banyak massa.

Sehingga, lanjut Ning Ita, penutupan tempat hiburan dan lokasi wisata menjadi pilihan tegas dalam membatasi kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang. ’’Kegiatan car free day, juga beberapa tempat hiburan dan tempat wisata di Kota Mojokerto, kita instruksikan ditutup,’’ tegasnya.

Pemkot juga bersinergi dengan unsur TNI dan Polri dalam upaya pengawasan tempat hiburan. Menyusul akan ada konsekuensi jika para pengusaha atau pengelola tempat hiburan atau wisata tetap membandel beroperasi. Di mana, penutupan ini bukan sebatas instruksi wali kota, melainkan perintah langsung dari Kantor Staf Kepresiden Republik Indonesia. ’’Ini bukan dan tanggung jawab pemerintah daerah, tapi jajaran forkopimda, termasuk masyarakat di dalamnya,’’ tegasnya.

Sebagai bentuk sanksi, pemkot meminta penguatan dari TNI, Polri termasuk kejaksaan, dalam melakukan dan mengawasi. Sekaligus menertibkan jika ada yang kedapatan tidak mematuhi instruksi wali kota melalui surat edaran (SE) tersebut. ’’Tentu ada sanksi tegas. TNI, Polri, kejaksaan semua terlibat dalam satuan gugus tugas itu. Karena ini kita bicara kondisi darurat secara nasional,’’ jelasnya.

Ning Iya juga mengimbau masyarakat,selain tetap berada di rumah, juga tidak keluar ke area publik. Menjaga untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan bersentuhan dengan banyak orang. ’’Semoga dengan ikhtiar bersama-sama ini kita bisa menjaga diri kita, keluarga kita, dan menyelamatkan seluruh warga kita, dari jangkitan Covid-19 di Kota Mojokerto,” tandasnya.

’’Salam sehat dari saya, tetap sabar, tenang, dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME,’’ pungkas Ning Ita.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia