alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Dampak Corona Mojokerto

Pemkab Siapkan 300 Ribu Masker

17 Maret 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wisata ubalan, Pacet akhirnya ditutup pemerintah untuk mengantisipasi mewabahnya virus corona, di Kabupaten Mojokerto. (farismarohmawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto resmi meliburkan aktivitas sekolah tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP terhitung mulai hari ini hingga 14 hari ke depan. Keputusan ini baru dicetuskan pemkab setelah menggelar rapat terbatas bersama tim gugus tugas penanganan Covid 19 di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto kemarin.

Meski cenderung terlambat ketimbang daerah lain, namun keputusan ini dinilai penuh pertimbangan. Yakni, agar masyarakat tidak gampang panik dalam menghadapi penyebaran virus. Bupati Pungkasiadi menjelaskan, beberapa faktor utama yang dipertimbangkan saat meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai hari ini. Selain pecegahan penularan virus, efektifitas belajar siswa juga menjadi pertimbangan khusus pemkab selama libur dua pekan.

Nah, efektifitas ini setidaknya yang bisa disosialisasikan secara optimal setiap sekolah saat KBM terakhir kemarin. Sehingga selama libur, siswa bukannya bepergian atau bermain, melainkan tetap belajar di rumah. ’’Ya supaya tidak panik juga. Hari ini (kemarin, Red) saya minta sosialisasi ke semuanya. Biar tidak salah paham, bahwa siswa tidak libur dan tidak rekreasi selama 14 hari. Ya untuk memutus mata rantai penyebaran virus,’’ terangnya.

Pung juga menekankan tindakan konkret dari semua instansinya selama penanganan sesuai Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di mulai dari aktivitas pemerintahan yang wajib disediakan alat-alat pencegahan virus. Seperti hand sanitizer di setiap kantor dan masker bagi yang terjangkit penyakit. Pemkab bahkan siap menyediakan 300 ribu masker dan 3 ribu botol hand sanitizer bagi yang membutuhkan.

’’Masker hanya untuk yang sakit saja. Kalau hand sanitizer kita coba di setiap kantor. Yang jelas kita sudah tentukan langkah rill, termasuk harus cuci tangan setiap aktivitas,’’ tambahnya. Untuk pelayanan publik, Pung juga akan memberikan batasan meski tidak semuanya dihentikan. Seperti pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di kantor Dispendukcapil yang akan dibatasi hanya sampai pukul 12.00.

Pun demikian juga di sektor wisata yang akan dinonaktifkan sampai dua pekan ke depan. ’’Pariwisata masih kita pelajari. Tapi khusus yang milik pemerintah, insya Allah kita tutup. Kalau yang swasta, masih kita imbau,’’ tambahnya.

Sementara di sektor industri dan tenaga kerja, pihaknya juga akan mengoptimalkan pecegahan virus lewat tim pengawasan orang asing (POA). Di mana, pemantauan dan lokalisir keluar masuknya tenaga kerja asing tetap akan diprioritaskan. ’’Karena kita posisinya juga sama. Makanya, kita semua identifikasi kedatangannya dari aman. Dinas kesehatan akan update terus pantauannya,’’ imbuh Pung.

Meski demikian, pemkab nyatanya belum memberikan pembatasan terhadap kegiatan atau aktivitas yang menyedot perhatian masyarakat dalam skala besar. Seperti event atau kegiatan keagamaan. Bahkan, pemkab berencana akan menggelar pengajian rutin yang akan diikuti 1.500 jamaah di halaman kantor pemkab malam ini.

Pihaknya justru berdalih ajang tersebut justru untuk mendoakan agar wabah virus korona menjauh dan masyarakat Kabupaten Mojokerto bisa beraktivitas seperti biasa. ’’Besok (hari ini, Red) kita juga berdoa bersama lah. Biar korona menjauh ke laut sana lho. Ya, jadi selama 14 hari, kita coba pilah pilih. Kita tadi (kemarin, Red) juga diperintahkan agar jangan banyak-banyak massa, coba yang wajar-wajar saja,’’ tandas Pung

(mj/far/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia