alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Imbau Sekolah Tunda Studi Wisata

14 Maret 2020, 10: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto mengimbau seluruh sekolah untuk tidak melakukan sejumlah kegiatan. Mulai dari studi wisata maupun kontak fisik secara langsung. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto mengimbau seluruh sekolah untuk tidak melakukan sejumlah kegiatan. Mulai dari studi wisata maupun kontak fisik secara langsung.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto, Amin Wachid, mengatakan, sejumlah pembatasan itu dilakukan menyusul turunnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 3 Tahun 2020.

Aturan tersebut dalam rangka mengantisipasi penularan virus korona (Covid-19) di lingkungan pendidikan. ’’Sudah kami terima (SE). Segera akan kami tindak lanjuti dengan membuatkan edaran ke sekolah-sekolah,’’ terangnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku telah menyampaikan terkait aturan tersebut kepada seluruh kepala sekolah. Mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP sederajat. Amin menyebutkan, setidaknya ada sejumlah poin yang diinstruksikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Antara lain, mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun. Sebab, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejauh ini merupakan salah satu upaya paling ampuh menangkal Covid-19.

Menurutnya, dari total 23 SMP dan 64 SD negeri/swasta di Kota Onde-Onde sebagaian besar teah memiliki fasilitas cuci tangan. Namun, hal itu masih perlu dioptimalkan dengan menyediakan cairan antiseptik pembersih tangan atau hand sanitizer. ’’Sarana tempat cuci tangan sudah ada. Tapi sekolah juga kami minta mengadakan hand sanitizer. Karena itu bisa dianggarkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),’’ paparnya.

Di samping itu, dalam edaran tersebut juga mengingatkan warga sekolah untuk menghindari kontak fisik secara langsung. Baik bersalaman, cium tangan, berpelukan, maupun kontak fisik lainnya.

Namun, Amin menyebut, pihaknya sedikit memberi kelonggaran. Mengingat, Kota Mojokerto masuk dalam kategori green zone alias tidak ada warga yang terkonfirmasi virus korona. ’’Kalau bersalaman (murid-guru) tetap bolehlah. Yang penting harus rajin cuci tangan atau pakai hand sanitizer,’’ ulasnya.

Di sisi lain, lembaga sekolah juga diimbau untuk menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang maupun kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan. Terutama yang dilakukan ke luar kota bahkan luar negeri. ’’Baiknya ditunda dulu kegiatan seperti studi wisata atau outingclass,’’ tandasnya.

Di sisi lain, jika siswa maupun keluarga memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara yang terkonfirmasi Covid-19 dalam 14 hari terakhir, untuk sementara juga diimbau untuk mengantar maupun menjemput siswa selama kurun waktu dua pekan.

Mantan Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini, memastikan jika langkah antisipasi tersebut tidak sampai mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah (KBM). Dia menambahkan, pihaknya bakal melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas kesehatan (dinkes) dalam mengantisipasi serta menyosisialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 di seklah-sekolah. ’’Peserta didik mapun guru-guru tidak perlu panik. Kalau semua warga sekolah kompak menjaga kebersihan, kami yakin bisa terbebas dari itu (virus korona),’’ pungkasnya.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia