alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus TPPU Mustofa Kamal Pasa

Ikfina Berinisiatif Temui KPK

12 Maret 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

SINGKAT: Ikfina Fahmawati menuruni tangga seusai menjalani pemeriksaan KPK di aula Mapolresta Mojokerto, Rabu (11/3). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ikfina Fahmawati menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (11/3). Pemeriksaan berlangsung selama 30 menit ini diduga terkait kasus tindak pidana pencucian (TPPU) senilai Rp 82 miliar yang menjerat suaminya, Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Ikfina tiba seorang diri pukul 13.40. Mengenakan pakaian hitam motif bunga, tampak tergesa-gesa, perempuan berhijab ini langsung menuju lantai dua Aula Wira Pratama Polresta Mojokerto. Tempat di mana pemeriksaan KPK berlangsung. Pemeriksaan Ikfina ini tergolong singkat. Sekitar pukul 14.12, Ikfina sudah keluar dari ruang pemeriksaan.

Dalam pemanggilan ini, dia memilih irit bicara kepada wartawan. Sesekali Ikfina hanya menjawab kabar yang ditanyakan awak media. ’’Ohbaik,’’ tegasnya.Ikfina mengaku kehadirannya di mapolresta ini tidak terkait kasus apa-apa. Dirinya memang berinisiatif untuk bertemu KPK. ’’Bukan pemeriksaan.Bukan konfirmasi.Saya minta waktu beliau (KPK, Red),’’ tegasnya.

Lantas, apa yang menjadi alasan dirinya menemui KPK, Ikfina menegaskan terkait soal tugas-tugas KPK. ’’Terkait tugas beliau (KPK, Red). Justru saya yang tanya. Please deh, tidak terkait apa-apa,’’ tandansya.

Disinggung soal pemblokiran rekening miliknya, Ikfina seketika membantah. ’’Oh tidak. Aduh aku koyok wong penting ae rek (aduh saya seperti orang penting saja),’’ imbuhnya sembari menuju mobil pribadinya. Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto membenarkan peminjaman ruang aula kembali yang diajukan KPK. ’’Peminjaman berlangsung lima hari,’’ ungkapnya. Dia menyatakan, lembaga antirasuah itu kembali mendalami kasus kasus TPPU yang menjerat MKP sejak Selasa (10/3).

Penelusuran aset sekaligus pengembangan ini direncanakan hingga Sabtu (14/3). ’’Jadwalnya masih tetap seperti sebelumnya (kasus TPPU, Red),’’ tandasnya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, kedatangan KPK saat ini tak hanya melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada kaitannya dengan kasus TPPU MKP. Namun, diprediksi turut mengembangkan temuan aset baru milik MKP. Hanya saja, sebelum melakukan penyitaan asset, KPK lebih dulu melakukan verifikasi. ’’Jumat baru ada  penyitaan,’’ ungkap seorang sumber. Sebelumnya, KPK melakukan penyitaan enam bidang tanah yang menjadi temuan baru. Pertama penyidik menyita tanah di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Di wilayah utara sungai setidaknya ada empat bidang tanah yang dipasang plakat penyitaan. Tanah-tanah tersebut sebelumnya diduga dibeli MKP dari para petani setempat melalui orang kepercayaannya, Nono Hadiarto Santoso.

Sebagai bukti penyitaan, KPK juga memasang plakat besi dengan banner warna putih di setiap bidang. Kondisi itu dikuatkan dengan keterangan berdasarkan surat perintah penyitaan nomor Sprin.Sita-145/DIK.01.05/01/10/2018 tanggal 05 Oktober 2018, tanah ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Mustofa Kamal Pasa. Penyitaan dua bidang tanah juga dilakukan di area CV Musika di Dusun Tlasih, Desa Karangjeruk, Kecamatan Gondang. Masing-masing satu bidang tanah seluas 6 ribu meter persegi berada di dalam pabrik pemecah batu batu itu. Tepatnya di bagian belakang dekat kolam pencucian pasir. Sedangkan satu bidang tanah seluas 5.664 meter persegi berada di depan pabrik atau di seberang jalan. Kini tanah ini dimanfaatkan perusahaan keluarga MKP itu sebagai tempat penampungan limbah batu. Dari enam bidang tanah diperkirakan luasnya mencapai 25.620 meter persegi. 

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia