alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Ovie Febriana, Mahasiswa di Thailand

Penanganan Cepat, Ada Pemeriksaan Suhu dan Bagi Masker Gratis

07 Maret 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

TENTANG KESEHATAN: Ovie Febriana, mahasiswa asal Mojokerto berada di Thailand.

TENTANG KESEHATAN: Ovie Febriana, mahasiswa asal Mojokerto berada di Thailand.

Salah satu mahasiswa Indonesia, Ovie Febriana, asal Sooko Mojokerto, menceritakan pengalaman bagaimana penanganan kesehatan di Thailand ketika diserang korona. Sempat khawatir, tapi lekas mereda karena banyak sosialisasi tentang virus asal Wuhan China tersebut.

FENDY HERMANSYAH, Jawa Pos Radar Mojokerto

VIRUS korona agaknya menjadi momok bagi sebagian lapisan masyarakat. Itu dibuktikan dengan memborong masker hingga kebutuhan pokok lainnya. Aksi borong itu pun dianggap berlebihan.

Kehebohan di Indonesia itu berbeda dengan yang diceritakan Ovie Febriana Dita. Warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini tengah menimba ilmu di Thailand. Dia salah satu penerima beasiswa pemprov yang mengambil pascasarjana di Universitas Khon Kaen.

’’Kalau di Thailand tidak seberapa heboh seperti di Indonesia. Karena di sini penanganannya cepat dan intensif,’’ kata dia dihubungi lewat layanan pesan android.

Ia mengatakan, tak berapa lama ke Bangkok. Selain itu, juga ada pertemuan mahasiswa Indonesia yang di Thailand. Menurutnya, Universitas Chulalongkorn dan Universitas Khon Kaen, setiap mahasiswa dicek suhu tubuhnya. Itu dilakukan pada setiap fakultas. ’’Pengecekan itu antisipasi barangkali ada mahasiswa atau masyarakat yang terinfeksi tapi tidak menyadarinya,’’ sambung dia.

Di Bangkok banyak ditemukan penderita korona. Meski begitu, aktivitas masyarakatnya relatif berjalan normal. Hal itu disebabkan masyarakat sadar dan tahu cara penanganan menghadapi virus korona.

Selain itu, di banyak tempat di Bangkok dan Thailand pada umumnya, gampang menemui tempat cuci tangan alias hand sanitizer. ’’Juga banyak yang melakukan pembagian masker gratis ketika persediaan masih ada,’’ ucap dia.

Namun, penyebaran virus yang mematikan itu terbilang membawa rasa khawatir bagi dirinya dan teman-temannya asal Indonesia. Ketika wabah dari China itu merebak ke belahan dunia lainnya hingga ke Thailand, tak dimungkiri Ovie juga khawatir. ’’Tapi karena di sini penanganannya cepat jadi percaya sama pemerintah Thailand bahwa mereka mampu mencegah virus ini agar tidak mewabah di Negeri sendiri,’’ beber dia.

Masyarakat umum kebanyakan sudah tahu bagaimana cara penularan virus korona. Itu karena banyak media penyebaran tentang cara penularan dan pencegahan penularannya. Sosialisasi banyak dilakukan. Tak terkecuali di kampus-kampus.

Ovie dan teman-temannya sesama Warga Negara Indonesia (WNI) juga mengintenskan komunikasi. Banyak informasi dari sesama mahasiswa di Thailand tentang perkembangan virus korona disebarluaskan. Tak hanya yang ada di Thailand tapi juga di luar negari. ’’Di setiap sudut kampus juga jadi tempat hand sanitizer,’’ sebut gadis berjilbab ini.

(mj/fen/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia