alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Indahnya Pesona ”Savana” Ranu Manduro

Bekas Galian Sirtu yang Berubah Jadi Destinasi Wisata

26 Februari 2020, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

BIKIN PENASARAN: Panorama ”Savana” Ranu Manduro di Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, mendadak menjadi jujukan wisatawan, Selasa (25/2). (khudori/radarmojokerto.id)

BEKAS galian C (sirtu) di Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berubah menjadi destinasi wisata. Bahkan, dalam kurun waktu dua hari saja, hamparan rerumputan hijau dihiasi bebatuan dan tebing alam dengan background Gunung Penanggungan, ini menjadi top trending twitter #mojokerto

Ya, animo masyarakat yang penasaran akan keindahan alam di Bumi Majapahit sisi timur ini spontan terjadi. Setelah sebelumnya tersebar video berdurasi 24 detik di jejaringan media sosial (medsos). Video di dalamnya menampilkan gambar panorama alam itu membuat siapapun yang menonton kepincut. Sekaligus penasaran untuk datang langsung menikmati destinasi bekas galian C yang hingga kini belum dilakukan reklamasi itu.

’’Iya itu dulu bekas tambang galian C. Namun, sekarang sudah tidak lagi ditemukan aktivitasnya,’’ ungkap Adjeng, warga asal Ngoro kemarin. Adjeng menuturkan, lokasi ini biasa disebut dengan wisata alam Ranu Manduro. Karena lokasinya tepat di bawah kaki Gunung Pawitra, sebutan lain Gunung Penanggungan, dengan ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Objek destinasi baru ini dalam sekejap langsung menjadi buruan wisatawan dan traveler dari berbagai daerah. Mereka tidak hanya menikmati keindahan dan kesegaran alamnya, namun langsung ber-selfie hingga me-refresh otak. ’’Sebenarnya lokasi ini sudah lama ada, tapi (dulu) tidak seperti ini. Mungkin karena musim hujan, jadi lokasi yang dulunya gersang, sekarang menjadi subur dan dipenuhi rerumputan. Seperti Savana,’’ jelasnya.

Menyebarnya video Ranu Mandura yang diambil oleh wisatawan sambil mengendarai motor lantas mengundang penasaran dunia maya. Untuk dapat menikmati panorama alam ini, lokasinya berada sekitar 1 Km dari Jalan Raya Mojokerto-Pasuruan. Bahkan, akhir-akhir ini banyak yang sengaja datang ke lokasi tersebut hanya untuk sekadar jalan-jalan dan mendapat hasil foto yang Instagramable. Bahkan, oleh pemburu foto dan video, mereka lantas meng-eksplore panorama alam yang tersaji indah ini. 

Nurul Fatmawati, warga Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari. Viralnya ”Savana-nya” Ngoro ini membuatnya penasaran, dan tidak ingin menunda-nunda lagi untuk mengetahui dari jarak dekat. Selasa (25/2) Nurul bersama temannya, Evi, bergegas ke lokasi dan tiba pukul 11.00. ’’Memang benar apik. Nggak kalah kayak luar negeri,’’ ungkapnya. Nurul menceritakan, di lokasi sudah banyak wisatawan dan masyarakat datang untuk mengobati rasa penasaran. Mereka dari dalam maupun luar Mojokerto. Seperti Pasuruan dan Sidoarjo.

Ranu Manduro memang menjadi salah satu desa tapal batas antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Pasuruan. Ketertarikan wisatawan untuk datang ini tak lepas dari keindahan alam yang indah dan alami yang tak akan terbayar dengan apa pun. Sementara tingginya animo masyarakat yang ada belakangan ini juga bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar. Selain bermunculan pedagang dadagan, sekarang pengunjung harus mengeluarkan uang Rp 3 ribu per orang.

’’Pokoknya nggak rugi kalau dibuat spot foto. Apalagi prewedding dan proyek (rumah film) apa gitu. Mantul banget,’’ tutur Nurul. Namun, dia menyarankan jika ingin ke lokasi diusahakan waktu pagi atau sore hari. Meski cuaca di lokasi relatif panas, namun pencahayaan dan view-nya tetap bikin ketagihan untuk datang lagi.’’Kalau sore dan pagi hari malah makin keren. Kalau toh bayar Rp 3 ribu, pokoknya tidak rugi,’’ ujarnya. Dia juga berencana akan kembali pada lusa mendatang. ”Pemandangan alamnya indah, cocok untuk berswafoto,’’ tambah perempuan berprofesi sebagai guru ini.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia