alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Pilkada Mojokerto 2020

Subagya Bongkar Pasang Bacabup

10 Februari 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

KOMPAK: Subagya Martasentana resmi menggeser Defri Ervanda Krismianto dari calon pendampingnya dan menggantinya dengan politisi PPP Kabupaten Mojokerto, Abdi Subhan. (imronarlado/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bakal calon bupati jalur independen, Subagya Martasentana, kembali membuat kejutan. Pasca menggeser Defri Ervanda Krismianto dari kursi bacabup dan menjadi wakilnya, kini ia kembali menggantikan dengan orang lain.

Adalah Abdi Subhan. Minggu (9/2) sore, politisi PPP ini diperkenalkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai wakilnya saat running di pilkada nanti dan menggantikan Defri Ervanda Krismianto. ’’Keputusan ini sudah melalui proses yang panjang. Sudah kita bahas selama tujuh hari,’’ ungkap Subagya usai menyerahkan surat mandat ke KPU.

Konflik dan ketidakharmonisan antara Subagya dan Defri, disinyalir menjadi penyebab utama keretakan pasangan tersebut. Namun, spekulasi itu dibantahnya dengan tegas. ’’Tidak. Bukan soal konflik. Bahkan, Defri sendiri masih bagian dari tim kami. Ia masih menjadi LO (liaison officer) di pasangan kami,’’ ujarnya.

Subagya menceritakan, terpilihnya Abdi Subhan dan menggeser Defri, bukan dilakukan dengan cara instan. Melainkan sudah melalui proses filter yang sangat ketat. ’’Awalnya ada tiga nama. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan, jatuh ke Pak Subhan,’’ tambah pria yang kini menjabat ketua Orari di Kabupaten Mojokerto tersebut.

Pertimbangan itu disebabkan matangnya Subhan bergelut di dunia politik. Diketahui, Subhan sudah kawakan sebagai anggota parpol dan pernah menduduki kursi anggota dewan.

Sementara itu, Defri Ervanda Krismianto menambahkan, pergantian dirinya sebagai calon wabup dari jalur independen, dinilai bukan perhitungan. Ia mengakui, masih baru terjun dan bergelut dengan dunia politik. ’’Diharuskan ada pengganti. Kalau untuk millenial choice, progres tidak bisa tercapai untuk 30 persen. Akhirnya, kami putuskan  untuk memaksimalkan pangsa milenial,’’ jelas dia.

Digesernya ia dari kandidat wakil, tak membuat ia berpaling dari Subagya dan memberikan dukungan ke kandidat lain. Namun, ia tetap memberikan dukungan ke mantan pasangannya tersebut.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif, menegaskan, pergantian sosok wakil di jalur independen tersebut, tak dipersoalkan. Asalkan, pernyataan dukungan minimal yang disyaratkan, mampu dipenuhi. ’’Tidak ada persoalan. Hanya saja, sekarang sudah injury time,’’ katanya.

Proses penyerahan dukungan jalur independen sendiri, akan berlangsung selama tiga hari. Terhitung sejak 20 hingga 23 Februari. ’’Setelah ditutup, baru kami lakukan perhitungan jumlah dukungan dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual,’’ pungkas Arif.

Sebelumnya, selain Subagya-Abdi Subhan, terdapat seorang figur lain yang yang mengambil formulir pencalonan dari jalur perseorangan. Ia adalah Edi Wiliang, yang mengaku sebagai seorang pengusaha dan budayawan asal Dlanggu. Edi kini telah berpasangan dengan Eka Setya Hari Suci alias Eci.

Tak hanya jalur perseorangan. Sejumlah bakal calon dari jalur parpol juga ikut meramaikan kontestasi kali ini. Mereka adalah Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang tercatat sebagai incumbent, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yoko Priyono, pensiunan PNS Dispenda Jatim Purwo Santoso, PNS aktif BKKBN Kusnan Hariadi, serta terakhir istri mantan Bupati Mojokerto MKP, Ikfina Fahmawati, yang duet dengan Muhammad Al Barra.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia