Senin, 17 Feb 2020
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Bikin Grup Ngopi, Pelajar Ini Saling Berbagi Konten Porno

17 Januari 2020, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari memberikan pembinaan kepada pelajar yang diamankan satpol PP, kamis (16/1). (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto- Wali Kota Ika Puspitasari juga turun langsung memberi pembinaan terhadap 11 pelajar yang terciduk satpol PP kemarin. Orang nomor satu di pemkot itu cukup menyayangkan atas tindakan indisipliner dari siswa jenjang menengah itu.

Pihaknya melalui korps penegak perda menyatakan bakal secara kontinyu mengintensifkan penyisiran terhadap peserta didik yang bolos sekolah. Terlebih, selain kedapatan nongkrong saat jam pelajaran, dirinya juga mengaku prihatin setelah petugas menemukan ada yang menyimpan video serta memiliki grup whatsapp (WA) berkonten pornografi.

Mirisnya lagi, dari tangan pelajar, petugas mengamankan satu pak tisu magic. Tisu magic adalah sejenis produk alat bantu seks khusus pria dewasa. Ning Ita, sapaan akrab wali kota, langsung menginterogasi belasan pelajar di kantor satpol PP, Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto.

Selain menggali alasan pelajar membolos, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga menanyakan perihal video dan grup WA berkonten porno yang tersimpan di handphone (HP) pelajar.

”Usia mereka yang masih sangat muda, masih kelas X dan XI, tapi sudah sulit menerapkan disiplin. (Selain itu) mereka juga sudah terpapar hal-hal yang seharusnya belum waktunya untuk mereka lihat (video porno),” terang Ning Ita.

Sebagai efek jera, rambut seluruh siswa juga diplontos oleh petugas. Disamping itu, pihak sekolah serta orang tua juga dipanggil untuk menjemput putranya yang terjaring korps penegak perda.

Mereka kedapatan sedang asik nongkrong di sejumlah tempat di Kota Onde-Onde saat jam sekolah. ”Kami sifatnya hanya melakukan sweeping, setelah ini kita serahkan kepada pihak sekolah dan orang tua. Karena tanggung jawab sebenarnya justru ada pada mereka,” ulasnya.

Masih maraknya pelajar bolos di kota menjadi atensi tersendiri bagi pemkot. Selanjutnya, Ning Ita menginstruksikan satpol PP untuk lebih intens melakukan patroli ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi favorit siswa bolos sekolah.

Di sisi lain, pihaknya juga berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Kota/Kabupaten Mojokerto dan pihak sekolah supaya tidak terulang lagi kejadian serupa. ”Begitu juga orang tua, harus bisa memantau betul apakah anaknya memang berangkat ke sekolah atau tidak,” tandasnya.

Sebagai jaminan agar tidak mengulangi perbuatannya, pelajar yang terciduk membolos juga diminta untuk bersimpuh dan berjanji di pangkuan orang tua masing-masing.

Selain pembinaan, mereka juga dilakukan pendampingan psikologi berupa konseling untuk mengetahui sejauh mana kondisi psikis mereka.  Khususnya, yang diketahui menyimpan dan memiliki grup WA berkonten porno. ”Tentu sekolah akan kita tekankan untuk melakukan pembinaan kepada mereka. Karena ini ranahnya di pendidikan,” tandasnya.

Di hadapan wali kota, dua siswa menyatakan jika di HP-nya terdapat grup WA beranggotakan sesama pelajar lainnya. Di dalam grup yang diberi nama Los Wong Lanang itu disalahgunakan untuk saling share video panas. Itu diketahui setelah petugas satpol PP menelusuri isi samartphone tersebut. IF, 16, salah satu pelajar mengaku jika awal terbentuknya grup WA itu sebatas dijadikan sebagai media berbagi informasi. Akan tetapi, lambat laun teman-teman di dalam grup ada yang mengirimkan video maupun foto-foto syur, sehingga berganti nama menjadi Los Wong Lanang. ”Awalnya, itu grup (WA) ngopi. Tapi, ya kadang  ada yang share foto-foto sama video (porno). Tapi juga jarang kok,” tandasnya.

Menurutnya, anggota di dalam grup tidak hanya teman satu sekolah. Tetapi juga berasal dari pelajar-pelajar dari sekolah lainnya. Baik peserta didik dari dalam Kota Mojokerto, maupun dari SMA/SMK lainnya. Seluruh anggotanya pun juga dijadikan admin agar mempermudah berbagi informasi maupun menambah anggota grup. ”Satu grup isinya pelajar dari banyak sekolah, termasuk saya,” tegasnya. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia