Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jadi Tuan Rumah Tes CPNS, Pemkot Gandeng Vendor

15 Januari 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari usai meluncurkan aplikasi e-Musrenbang di Hall Graha Mojokerto Service Center (GMSC) di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Selasa (14/1). (fendihermansyah/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mulai berancang-ancang untuk menyiapkan penyelenggaraan tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Menyusul ditetapkannya Kota Mojokerto sebagai tuan rumah dari tiga daerah sekaligus. Dalam pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) nanti, pemkot bakal menggandeng vendor.

Selasa (14/1), hal itu ditegaskan Wali Kota Ika Puspitasari usai meluncurkan aplikasi e-Musrenbang di Hall Graha Mojokerto Service Center (GMSC) di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto. Pihaknya menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah digelarnya SKD CPNS 2019. Namun, karena masih perdana dilakukan, maka penyelenggaraan ujian berbasis computer assisted test (CAT), ini pihaknya akan menunjuk vendor untuk menyiapkan teknis pelaksanaan. ”Nanti dari vendor. Karena kita belum berpengalaman menyelenggarakan,” terangnya.

Penunjukan vendor tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, sebut Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa, kebutuhan untuk penyelenggaraan SKD CPNS cukup kompleks. Disamping sarana prasarana (sarpras) berupa perangkat laptop dan server, tes tersebut juga membutuhkan tenaga ahli informasi teknologi (IT). ”Yang namanya teknologi itu kan bisa jadi ada trouble dan sebagainya, itu nanti menjadi tanggung jawab vendor,” paparnya.

Sebenarnya, pemkot memiliki aset berupa laptop dan komputer yang tersebar di SDN dan SMPN. Perangkat sebagai penunjang ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tersebut sebelumnya diwacanakan untuk pelaksanaan SKD. Namun, pemkot tidak mau mengambil risiko, mengingat baru kali pertama kali dipercaya menggelar gawe yang dilaksanakan secara nasional ini. Oleh sebab itu, demi menjamin kelancaran SKD yang bakal digelar selama 1-13 Februari nanti, pihaknya lebih memilih menggandeng pihak ketiga. ”Tapi, kita akan belajar dari pertama kali diselenggarakan di sini (Kota Mojokerto). Dimungkinkan nanti CPNS berikutnya kita bisa handle semuanya, karena itu juga potensi PAD (pendapatan asli daerah),” tandasnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini menegaskan, pelaksanaan SKD akan digelar di hall GMSC. Setidaknya, terdapat 16 ribu lebih peserta CPNS yang lolos tahap administrasi dari Pemkot/Pemkab Mojokerto dan juga Pemkab Jombang. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak tersebut, maka tes SKD akan dilakukan pembagian sebanyak 4 hingga 6 sesi per hari. Ning Ita menyebutkan, setiap sesi akan diikuti sebanyak 265 peserta. Dengan demikian, jumlah peserta dalam satu hari berkisar antara 1.060 orang sampai 1.590 orang. ”Selama 13 hari peserta akan mengikuti seleksi kompetensi dasar ada di sini (hall GMSC),” paparnya.

Ning Ita menambahkan, pengajuan untuk meggelar CPNS mandiri telah dia ajukan sejak menerima surat jatah kuota CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Juli 2019 lalu. Menurutnya, pertimbangan untuk menggelar tahap seleksi di Kota Onde-Onde sendiri karena pihaknya menilai telah siap dalam hal infrastruktur. Disamping itu, tidak menggabung ke daerah lain juga dapat bertujuan untuk mempermudah akses dan menekan pengeluaran dari peserta itu sendiri. Mengingat, sebagian besar pelamar CPNS di lingkup pemkot merupakan warga dari dalam kota. ”Nanti juga ada perputaran yang cukup besar di kota ini. Sehingga masyarakat akan diuntungkan dari sisi ekonomi,” pungkas Ning Ita.

Untuk diketahui, terdapat sebanyak 3.180 pelamar CPNS di Pemkot Mojokerto yang bakal bersaing memperebutkan 126 kursi. Terdiri dari 117 tenaga teknis, 5 formasi tenaga pendidikan, dan 4 tenaga kesehatan. Sementara itu, dari Pemkab Mojokerto terdapat 5.174 peserta yang juga akan memperebutkan 400 kursi CPNS. Selisih lebih banyak peserta dari Pemkab Jombang dengan 8.246 peserta, juga akan bersaing untuk mendapatkan 378 formasi. Masing-masing 200 kursi untuk guru, 100 tenaga kesehatan, 62 tenaga teknis, serta 16 auditor.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia