Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dilantik Jadi Bupati, Pungkasiadi Disambut 15 Purna Praja

14 Januari 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi usai melakukan gladi resik, Senin (13/1). (farismarohmawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persiapan pelantikan Pungkasiadi sebagai Bupati Mojokerto definitif pagi ini terus dimatangkan Pemkab Mojokerto. Selain menggelar geladi kotor, pemkab juga menyiapkan seremoni penyambutan Pungkasiadi sebelum prosesi pelantikan berlangsung di ruang Wilwatikta Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Sebanyak 15 prajurit purnapraja IPDN bakal menyambut Pungkasiadi sebagai tamu kehormatan. Penghormatan itu untuk memberikan penghargaan kepada Pung yang akan dinobatkan menjadi pimpinan kabupaten selama 13 bulan sampai masa periodisasi jabatan habis Februari 2021 nanti.

Tidak hanya itu, pemkab juga memboyong seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan kerja (satker) mulai dari tingkat kecamatan, badan, hingga dinas, ke gedung Pemprov Jatim itu. 150 undangan diberikan Pemprov untuk memenuhi slot tamu yang ingin menyaksikan prosesi pengukuhan Pung dan Yayuk Ismawati, istri. ’’Prosesinya penghormatan berlangsung sebelum dilantik atau sesaat setelah datang di Gedung Grahadi,’’ terang Rakhmad Suhariyono, kabag Pemerintahan Setdakab Mojokerto.

Berbeda dengan pengukuhan bupati-wakil bupati terpilih, pelantikan Pung nanti tidak akan dibarengi dengan sidang paripurna penyampaian visi misi. Hal ini lantaran pengukuhan bersifat penggantian jabatan bupati. Dari semula dijabat Mustofa Kamal Pasa (MKP) beralih ke tangan Pungkasiadi. ’’Paripurna sudah cukup saat pemberhentian dan pengusulan peggantian posisi bupati,’’ tambahnya. Sejak dilantik, praktis Pung hanya memiliki waktu selama 13 bulan dalam memimpin pemkab.

Sama seperti ketika menjabat wabup dan plt bupati, Pung juga akan sendirian tanpa wakil kala menjabat bupati. Rakhmad menyatakan, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan UU 1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota, pengisian jabatan wakil bisa dilakukan jika sisa masa jabatan masih terisa 18 bulan. Terhitung sejak kosongnya jabatan wakil ditinggal Pung. Jika kekosongan tersebut terhitung sejak Pung dilantik menjadi bupati definitif, maka sisa jabatan wakil hanya tersisa 13 bulan.

Artinya, lanjut dia, kekosongan jabatan wakil tidak bisa diisi sampai masa jabatan habis. ’’Karena sifatnya mengisi kekosongan, pelantikan nanti sendiri dan tidak bersamaan dengan daerah lain,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia