Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Peziarah Makam Troloyo Meninggal di Bawah Beringin

14 Januari 2020, 06: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Petugas dibantu tim relawan mengevakuasi jasad korban, Jatmiko, ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk kepentingan visum, Senin (13/1). (khudori/radarmojokerto.id)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Petugas jaga dan peziarah di kompleks Makam Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan meninggalnya seorang peziarah, Jatmiko, 49, Senin (13/1).

Korban asal Dusun/Desa Kalangan Semanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, ini ditemukan dalam kondisi tengkurap tak bernyawa di bawah pohon beringin wisata religi milik pemkab tersebut.

Pertamaka kali peristiwa ini diketahui penjaga kompleks makam, Sarji, sekitar pukul 04.30. Saat itu, dia sedang membersihkan halaman belakang dan tengah kompleks makam, tiba-tiba dikejutkan dengan jasad korban yang berada di bawah pohon beringin.

’’Ternyata korban sudah tidak bergerak. Nadi korban juga tidak berdenyut,’’ ungkap Sarji kemarin. Dia kemudian melaporkan kepada saksi lain, Arifin, dan dilanjutkan ke perangkat desa serta Mapolsek Trowulan. ’’Hasil identifikasi maupun pemeriksaan terhadap korban, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,’’ ungkap Kapolsek Trowulan, Kompol Suhartono.

Dari keterangan saksi, lanjut dia, korban diketahui sudah seminggu berada di sekitaran kompleks Makam Troloyo. ’’Dia (korban) kataya mau berobat secara spiritual sesuai dengan kepercayaannya,’’ imbuhnya. Saat bermalam di kompleks makam, korban diketahui berpindah-pindah tempat. Dari makam satu ke makam lainnya, sejak berada di wisata religi sejak Minggu (5/1) lalu. Hingga akhirnya pada Senin dini hari (13/1) korban ditemukan tengkurap di bawah pohon beringin di tengah kompleks makam.

’’Katanya, sebelum meninggal, korban ini berguling-guling, mugkin itu nazak. Di lain sisi korban katanya juga memiliki penyakit asma,’’ paparnya. Tak hanya itu, malam harinya saat bertemu saksi, korban sempat mengeluhkan pusing-pusing. Diduga, sakit asmanya sedang kambuh. ’’Katanya, dibuat menelan makanan saja juga sulit,’’ tuturnya.

Tidak lama berselang, saksi mata yang curiga dengan keadaan korban kemudian melihat dan mengetahui Jatmiko sudah dalam kondisi tak bernyawa. ’’Kemungkinan korban ini meninggal karena sakit yang dideritanya,’’ ujarnya.

Dari lokasi, petugas kepolisian menemukan handphone (HP), dompet berisi uang dan ATM milik korban.Serta sebuah tas yang di dalamnya terdapat pakaian. Dibantu warga dan relawan, jasad korban lantas dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia