Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tampung 16 Ribu Peserta, Tiga Daerah Tes CPNS di GMSC

14 Januari 2020, 08: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jadwal dan lokasi pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kota Mojokerto telah resmi ditetapkan. Graha Mojokerto Service City (GMSC) bakal menjadi tempat penyelenggaraan tahap pasca seleksi administrasi itu. Gedung empat lantai tersebut juga digunakan untuk Kabupaten Mojokerto dan Jombang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto, mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jawa Timur dengan BKD Kota/Kabupaten Mojokerto dan Jombang telah menetapkan GMSC sebagai lokasi bersama tes SKD.

Dengan demikian, gedung mal pelayanan publik yang berada di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto itu akan digunakan tiga daerah sekaligus. ’’Iya, nanti tes SKD Kota, Kabupaten (Mojokerto), dan Jombang, akan jadi satu di GMSC,’’ terangnya.

Menurutnya, SKD akan digelar di aula yang berada di lantai IV GMSC. Dengan begitu, gedung eks RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto itu bakal menampung sekitar 16 ribu lebih peserta. Berdasarkan hasil seleksi administrasi, jumlah peserta dari Kota Onde-Onde yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan berhak mengikuti SKD sejumlah 3.189 orang. Selain itu, juga ditambah dari Kabupaten Mojokerto sebanyak 5.174 orang dan Jombang 8.246 orang.

Endri Agus menyebutkan, dengan banyaknya jumlah peserta, maka jadwal pelaksanaan bergiliran. SKD bakal dimulai selama 1-13 Februari nanti. Rentang waktu tersebut akan dibagi dari peserta di masing-masing daerah. Rencananya, untuk Kota Mojokerto bakal mendapatkan giliran pertama. ’’Untuk peserta Kota Mojokerto mulai 1-3 Februari,’’ tandasnya.

Selanjutnya, secara berurutan akan dijadwalkan untuk Kabupaten Mojokerto pada 4-7 Februari dan Jombang 8-13 Februari. Disinggung terkait persiapan, pihaknya menyatakan akan segera melakukan rapat internal menyusun teknis pelaksanaan. Baik ketersediaan sarana dan prasaran (sarpras) serta kebutuhan nonteknis lainnya. ’’Karena melibatkan banyak peserta, kita juga perlu menyiapkan terkait parkir, tenaga kesehatan, maupun kebutuhan lainnya,’’ ulasnya.

Tidak jauh berbeda seperti pelaksanaan SKD tahun lalu, ujian akan tetap menerapkan Computer Assisted Test (CAT). Pun demikian dengan muatan materi soal. Meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Hanya saja, kali ini ada penurunan passing grade atau ambang batas nilai. Antara lain, pada kategori formasi umum TWK yang sebelumnya 75 turun 10 poin dari menjadi 65. Demikian juga dengan TKP yang sebelumnya 143, sekarang ditetapkan menjadi 126. Sedangkan TIU tetap dalam ambang batas nilai 80.

Endri menambahkan, mulai saat ini calon peserta bisa mempersiapkan diri sebelum menghadapi SKD. Salah satunya dengan segera menyiapkan kartu ujian. Dia menyebutkan, kartu tersebut sudah bisa dicetak terhitung sejak 1 Januari lalu. Akan tetapi, bagi kartu yang telanjur dicetak sebelum memasuki tahun 2020, maka kartu akan diangap tidak valid. ’’Bagi yang sudah mencetak sebelum 1 Januari (2020), bisa mencetak ulang kartu pesertanya lagi,’’ pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 3.189 pelamar Kota Mojokerto bakal bersaing untuk memperebutkan 126 kursi CPNS . Terdiri dari 5 formasi untuk tenaga pendidikan, 4 tenaga kesehatan, dan 117 tenaga teknis.

Persaingan cukup ketat ada pada formasi jabatan ahli pertama-perencana. Betapa tidak, dari 11 kursi yang dibuka, pelamar yang berhasil lolos administrasi mencapai 871 orang. Selain itu, juga ada 40 kursi formasi jabatan ahli pertama-pratata komputer yang diperebutkan sebanyak 660 pelamar. Berikutnya, disusul  259 pelamar yang bersaing mendapatkan satu kursi pada jabatan ahli pertama-statistik.

Sementara itu, dari 5.174 peserta di Kabupaten Mojokerto juga akan bersaing memperoleh 400 kursi CPNS. Terdiri dari formasi umum 352 kursi, cum laude 40 kursi dan disabilitas 8 kursi. Sementara dari 378 formasi yang dibuka oleh Pemkab Jombang juga akan diperebutkan 8.246 peserta. Masing-masing dari 200 kursi untuk guru, 100 tenaga kesehatan, 62 tenaga teknis, serta 16 auditor.  

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia