Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Features
Seniman Lukis Gelar OTS di Mata Air Sumber

Banyak Tantangan, Membingkai Eksotisme Alam Mojokerto

13 Januari 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Riamun, salah satu pelukis Dulur Mojokerto, yang mengikuti OTS di kawasan Sumber Duwur dengan pemandangan mata air dan latar belakang Gunung Penanggungan. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

Selain berkreasi lewat imajinasi, on the spot (OTS) juga bisa menjadi salah satu cara untuk menggali inspirasi. Seperti yang dilakukan oleh kelompok seniman lukis Dulur Mojokerto, Minggu (12/1). Untuk membingkai keindahan panorama alam, mereka menggelar agenda melukis di kawasan wisata Sumber Duwur, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

RIZAL AMRULLOH, Ngoro, Jawa Pos Radar Mojokerto

MATAHARI belum beranjak begitu tinggi. Satu per satu pelukis sudah mulai mencari posisi. Sudut pandang yang ideal menentukan goresan warna yang akan terbingkai.

Setelah angle dirasa pas, masing-masing mulai menyiapkan perkakas lukisnya. Mulai dari cat minyak, akrilic, kuas, hingga sebidang kanvas. Ada yang langsung nglempoh atau lesehan, ada pula yang sengaja membawa kursi mini agar lebih nyaman. Sebagian berjajar di bawah pohon kersen atau keres. Sementara pelukis lainnya ada yang memilih spot lain agar lebih berkonsentrasi.

Mereka adalah perkumpulan seniman lukis yang tergabung dalam Dulur Mojokerto. Ya, kemarin mereka mengagendakan melukis secara OTS. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah di kawasan Sumber Duwur di Dusun Sidorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro.

Dipilihnya lokasi Sumber Duwur tersebut karena dianggap spot yang sempurna untuk melukis panorama alam. Khususnya dengan ciri khas Kabupaten Mojokerto. Sebab, selain terdapat objek mata air alami, di sekelilingnya juga terdapat areal persawahan dan pepohonan rindang.

Di samping itu, latar belakang Gunung Penanggungan juga menambah eksotis pemandangan di Sumber Duwur. ’’Melukis di alam terbuka seperti ini lebih asyik. Karena kita bisa melihat langsung pemandangan sumber, pegunungan, dan langit yang cerah,’’ terang Deroon, salah satu pelukis yang ikut OTS, kemarin.

Setidaknya agenda OTS kemarin diikuti 16 pelukis Mojokerto. Antara lain, Riyamun, Ernowo Budi, Abd. Fatah, Samsul H., Rony, Rachmat W., Nasikin, Shevia, Ponidho, dan pelukis lainnya.

Dia menyebut, media lukis yang digunakan adalah acrilic on canvas dan oil on canvas. Meski objek melukis seragam. Namun, masing-masing karya memiliki karakteristik tersendiri. ’’Ada yang realis, ada juga yang inpres. Antara pelukis satu dengan yang lain berbeda-beda,’’ tandas pria kelahiran Mojokerto 4 Mei 1970 ini.

Sementara itu, Riyamun, pelukis lainnya, menambahkan, melukis OTS memiliki keseruan tersendiri. Karena, di ruang terbuka membuatnya lebih bebas untuk berkreasi. Di sisi lain, hal itu juga memiliki tantanngan. Pasalnya, melukis di OTS membutuhkan mental dan konsentrasi tinggi. ’’Karena kalau melukis di ruang terbuka seperti ini kadang dikerumunin orang dan banyak lalu lalang kendaraan,’’ imbuhnya.

Selain menyalurkan kreasi, dalam OTS kemarin juga bertujuan mempromosikan wisata yang ada di Mojokerto. Tak terkecuali Sumber Duwur yang kini mulai menjadi jujukan wisatawan. Karena itu, hasil karya lukisan nanti akan diinventarisir untuk dijadikan sebagai pameran lukisan khusus OTS. Ke depan, pameran akan digelar dengan hasil karya lukis di spot-spot lainnya.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia