Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Diisolasi Dan Tak Dapat Remisi

13 Januari 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

KA akan mendapat sanksi berat. Ia akan diasingkan dan tak akan mendapat remisi. (imronarlado/radarmojokerto.id)

KA, salah satu napi, asal Sooko, yang mendapat kiriman pil koplo sebanyak 400 butir oleh seorang perempuan di Lapas kelas IIB Mojokerto, bakal menerima sanksi yang sangat berat. Selama menjalani hukuman, ia tak akan mendapat hak-haknya sebagai seorang warga binaan.

Di antaranya, ia tidak akan mendapat hak remisi yang kerap dinanti para napi, pembebasan bersyarat (PB), hingga asimilasi dan cuti bersyarat (CB).

Kepala Pengamanan Lapas Klas IIB Mojokerto Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan, KA secara otomatis masuk dalam register F. Peristiwa ini merupakan pelanggaran berat bagi para napi.

Selain tak mendapat hak-haknya sebagai warga binaan, sanksi lain yang diterima KA adalah dengan ditempatkan di ruang isolasi. Di ruangan ini, pelaku tak bisa berkomunikasi dengan napi lain. Di ruangan yang benar-benar tertutup ini, ia akan dikurung selama 6 hari dan bisa diperpanjang selama 12 hari.

Saat ini, KA tengah menjalami hukuman atas kasus narkoba yang dialami setahun silam. Di kasus pertama itu, ia dihukum 5 tahun 3 bulan penjara. ’’Kalau untuk kasus ini, kita tunggu kepolisian,’’ ujarnya Disri.

Usaha penyelundupan narkoba melalui makanan di Lapas Mojokerto, tak hanya sekali ini saja dipergoki petugas. Beberapa waktu lalu, petugas sempat mencurigai titipan makanan dari salah satu keluarga napi. Salah satu lauknya terbuat dari usus ayam.

Namun, usus yang biasanya nampak tipis dan dipotong kecil-kecil, justru terlihat berbeda. Usus itu nampak panjang dan terlihat sangat tebal. Akhirnya, petugas membukanya dan menemukan beberapa gram sabu yang dikemas dalam plastik.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia